4 Kesalahan Dasar yang Sering Dilakukan Pemula dalam Dunia Digital Marketing

4 Kesalahan Dasar yang Sering Dilakukan Pemula dalam Dunia Digital Marketing

Sebagai pemula seringkali kita tergerak untuk cepat menghabiskan uang demi membeli paket-paket digital marketing tertentu. Harapannya tentu agar kita semakin cepat mendapatkan modal kita kembali dan keuntungan secepatnya.

Nyatanya sebagian besar pemula justru mengalami kerugian yang lumayan besar pada fase awal ini. Alih-alih bisa mendapatkan keuntungan awal, mereka justru harus mencari suntikan dana tambahan dari berbagai pihak agar bisnis yang mereka jalankan bisa tetap berjalan.

Tetapi tahukah Anda bahwa hal tersebut juga pernah dirasakan oleh orang-orang yang telah mendapatkan banyak pemasukan tambahan dari dunia digital marketing hari ini? Artinya bahwa kerugian tersebut bisa jadi sangat wajar akan Anda dapatkan terutama pada fase-fase awal pembangunan sebuah bisnis.

Namun hal itu bukan berarti Anda tidak bisa menghindari kerugian tersebut. Seminimalnya kerugian yang Anda perlu dapatkan nanti tidak perlu terlampau besar agar cashflow Anda tetap aman. Maka pada saat inilah kita bisa benar-benar belajar dari pepatah “pengalaman adalah guru terbaik”.

Berikut kami hadirkan kesalahan-kesalahan dasar yang sering dilakukan oleh para pendatang baru dalam dunia digital marketing. Kesalahan-kesalahan ini dirangkum dari para ahli yang sudah malang melintang terjun dalam dunia digital marketing ini.

Tentu harapannya adalah agar Anda bisa menghindari kesalahan tersebut. Pun jika sulit menghindar setidaknya Anda bisa segera tersadarkan bahwa apa yang Anda lakukan sejauh ini masih kurang tepat sehingga Anda punya cukup waktu untuk segera memperbaikinya.

Lupa Menentukan Tujuan dan Profil Calon Pembeli yang Spesifik

Mendapatkan Like Di Facebook Tanpa Menggeluarkan Uang 2

“Apakah tujuan dari kegiatan digital marketing yang kamu lakukan?” Jika jawaban Anda hanyalah sebatas “untuk mendapatkan uang banyak” sepertinya Anda harus segera berbenah.

Pasalnya kalaupun Anda hanya menginginkan uang yang lebih banyak mengapa tidak mencoba marketing di dunia nyata? Bukankah Anda bisa memasang billboard atau iklan di tempat-tempat strategis sehingga cepat dilihat banyak orang?

Lantas mengapa Anda memilih digital marketing? Bukankah digital marketing akan jauh lebih kompleks dengan pilihan metode yang sangat banyak? Mengapa Anda memilih jalan yang lebih sukar kalau hanya ingin sebatas mendapatkan pemasukan yang lebih banyak?

Maka disinilah pentingnya menentukan tujuan spesifik dari langkah marketisasi yang akan kita lakukan sedari awal. Karena terdapat banyak sekali metode dalam dunia digital marketing –sebut saja misalnya SEO dan PPC– Anda perlu memilih satu metode yang bisa membuat tujuan Anda benar-benar tercapai.

Tujuan ini pun harus benar-benar spesifik supaya Anda tidak menghabiskan uang untuk sesuatu yang kurang bernilai. Sebagai contoh jika tujuan utama Anda adalah peningkatan trafik website, maka Anda tidak perlu menggelontorkan dana habis-habisan untuk Social Media Marketing (SMM) apalagi jika sampai melebihi dana yang Anda habiskan untuk Search Engine Optimization (SEO) dan Search Engine Marketing (SEM).

Disamping tujuan, penentuan calon pembeli yang spesifik juga sangat penting. Seringkali kita menganggap orang-orang yang mampir ke web kita sudah pasti tertarik dengan apa yang kita bawa. Padahal nyatanya belum tentu seperti itu.

Kita perlu menentukan seperti apa calon pembeli yang kita inginkan dengan sedetil mungkin. Apakah mereka dari golongan profesional atau dari golongan umum, apakah mereka rata-rata masih cukup muda atau sudah lebih dewasa, apakah mereka pekerja kantoran atau wiraswasta, dan seterusnya.

Setelah mendapatkan profil pembeli ideal yang kita harapkan, kita bisa melihat kenyataan yang telah terjadi di lapangan. Cobalah buat semacam survey sederhana yang berisikan pertanyaan-pertanyaan tadi kepada para pengunjung website Anda. Darisitulah nanti Anda dapat melihat apakah marketing yang Anda jalankan selama ini sudah tepat sasaran atau belum.

Tentu harapannya tujuan dan profil calon pembeli yang kita ingin sasar sudah dimiliki sedari awal. Tujuannya agar dana yang kita habiskan untuk marketing kelak benar-benar terpakai seefisien mungkin. Tentu kita menginginkan dana sekecil-kecilnya untuk hasil yang sebesar-besarnya bukan?

Menghasilkan Kualitas Konten yang Rendah

Dalam dunia digital marketing, konten ibarat raja. Sekalipun Anda melihat bahwa perang yang terjadi ada pada tampilan website masing-masing perusahaan, percayalah bahwa perang sesungguhnya ada pada bagian konten.

Konten yang kita buat pada dasarnya bertujuan menggerakkan para pembaca agar mau membeli produk atau menggunakan jasa yang kita miliki. Namun hal tersebut bukan berarti isi konten kita hanya melulu promosi produk tanpa henti. Lagipula konten semacam inilah yang membuat calon pembeli enggan berlabuh dan mencoba mencari ke tempat lain.

Perkayalah konten website Anda dengan masalah manfaat apa saja yang akan didapat jika menggunakan produk Anda. Jangan malah berfokus pada apa saja fitur yang ada pada produk Anda sebab calon pembeli akan lebih mudah dan lebih tertarik menyerap manfaat ketimbang fitur.

Tetapi konsistensi dalam penerbitan konten juga sangat penting untuk diperhatikan. Jika main core dari bisnis Anda ada pada sektor alat-alat pertanian misalnya, maka konten yang Anda buat tidak boleh jauh-jauh dari hal tersebut. Konsistensi ini akan membuat Anda terlihat benar-benar menguasai bidang tersebut di mata para calon konsumen Anda.

Disamping itu, pembuatan kontennya pun tidak bisa asal-asalan. Seminimalnya Anda harus memperhatikan kaidah penulisan yang baik dan benar. Gaya penulisannya tentu tidak perlu kaku seperti menulis esai formal, tetapi cukup gunakan gaya penulisan yang sedang tren sekarang dan disukai banyak orang.

Jangan lupakan pula bahwa konten Anda akan ditempatkan di internet. Maka dari itu, SEO menjadi hal yang tidak bisa Anda singkirkan. Bukankah peluang produk Anda terjual lebih banyak pasti meningkat jika hasil pencarian keyword tertentu membuat konten Anda ada pada laman teratas pencarian?

Kuncinya memang belajar tentang SEO secara lebih mendalam. Tetapi apabila Anda sudah cukup sibuk dengan bisnis dan pekerjaan Anda, Anda tentu tidak perlu memaksakan diri untuk belajar SEO secara mandiri. Anda juga bisa berkonsultasi dengan para ahli atau agensi SEO tertentu termasuk meminta bantuan langsung pada website yang Anda miliki.

Terpaku Pada Metode Marketing Lawas

Menilik-Sejarah-dan-Evolusi-Dunia-Digital-Marketing

Salah satu ciri khas dunia digital marketing ialah terus bertambahnya jenis metode yang bisa dilakukan dari waktu ke waktu. Ada metode kekinian yang bisa langsung memberikan hasil signifikan, tetapi ada pula metode lawas yang sudah mulai ditinggalkan karena terasa kurang efektif lagi.

Sebagai contoh kemunculan iklan pop-ups pada awal tahun 2010an sempat memberikan dampak yang signifikan bagi penjualan yang ada pada masa itu. Orang-orang saat itu nampak masih sangat tertarik dengan suatu iklan yang muncul tiba-tiba dan tergerak untuk mengeklik iklan tersebut untuk mencari tahu apa yang ada dibaliknya.

Tetapi apakah kini metode tersebut masih relevan? Tentu saja jawabannya tidak. Apalagi setelah fitur AdBlockers ditemukan dan dipergunakan secara massal. Meskipun beberapa website sampai berani memaksa user menonaktifkan AdBlocker agar bisa melihat laman web-nya, kenyataannya orang-orang sekarang sudah terganggu dengan fitur ini dan hal tersebut pasti berdampak kepada penjualan.

Contoh tersebut setidaknya menunjukkan 2 hal. Pertama bahwa suatu tren sangat mempengaruhi aktivitas dalam dunia digital marketing, sementara yang kedua ialah bahwa tren pada masa lampau belum tentu bisa digunakan lagi di masa sekarang ini.

Maka dari itu kita tidak boleh terpaku dengan metode-metode marketing yang pernah ‘jaya’. Memang ada kemungkinan metode tersebut bisa menjadi tren lagi di masa sekarang tetapi tentu perlu ada beberapa perubahan dan inovasi agar metode tersebut bisa diterima kembali.

Dalam kasus iklan pop-ups diatas, beberapa orang akhirnya memilih memodifikasi metode tersebut hingga dihasilkan metode yang bernama seamless advertising. Pada seamless advertising, iklan akan dikemas sedemikian rupa agar tidak mengganggu tampilan web saat sedang dibaca. Meskipun begitu, ia tetap ditempatkan pada tempat-tempat yang bisa menarik perhatian. Misalnya dengan cara menaruh link pada gambar dalam postingan atau pada kalimat-kalimat tertentu.

Tetapi meskipun telah dimodifikasi, hasilnya tentu tidak sebanyak yang dihasilkan oleh para pengguna metode marketing yang sedang hits saat ini. Sebut saja misalnya penggunaan video marketing yang jumlahnya semakin menjamur dari hari ke hari. Bukankah viewers Youtube-nya cepat meningkat dan memberikan efek pada penjualan?

Namun bukan berarti sekarang Anda harus fokus dengan video marketing. Sebab bisa saja hanya dalam waktu beberapa bulan kedepan tren tersebut bisa memudar. Yang perlu Anda lakukan ialah kembali kepada tujuan yang Anda miliki, menentukan jenis metode yang bisa Anda pakai untuk menggapai tujuan tersebut, dan mengoptimalkan metode-metode tersebut agar tetap bisa memberikan keuntungan yang signifikan.

Malas Mengukur Hasil Marketisasi

Mengenal-Lebih-Dekat-Apa-Itu-Digital-Marketing

Orang-orang yang baru memasuki dunia digital marketing umumnya akan mengalami pemborosan dana untuk membeli paket-paket marketing yang beragam. Ada yang membeli space iklan di situs ternama, ada yang membeli paket pay per click (PPC) dalam jumlah besar, ada yang membagikan link situs penjualan ke berbagai sosial media, dan lain sebagainya. Masalahnya adalah bagaimanakah Anda dapat mengetahui metode mana yang paling memberikan keuntungan bagi bisnis Anda?

Disinilah pentingnya mengukur hasil marketisasi yang kita lakukan atau biasa disebut dengan istilah tracking. Sebisa mungkin Anda harus mengetahui berapa banyak pengeklik pada iklan yang Anda tempatkan, berapa banyak orang yang mengeklik link yang Anda bagikan, atau berapa banyak yang mampir ke website Anda dari hasil pencarian di Google.

Hasil tracking tersebut kemudian bisa Anda analisis untuk mendapatkan beberapa kesimpulan. Misalnya apakah metode yang banyak menghabiskan uang juga memberikan banyak pengunjung atau apakah metode yang sedikit menguras waktu Anda bisa memberikan hasil yang signifikan. Dengan data inilah Anda bisa mengambil keputusan untuk mengoptimalkan atau meninggalkan metode tertentu agar didapatkan hasli yang jauh lebih baik lagi.

 Baca Juga : 

  1. 7 Tips Jitu Memilih Agensi Digital Marketing bagi Bisnis Anda
  2. Inilah 5 Hal yang Dilakukan Agensi Digital bagi Bisnis Anda
  3. Bagaimana Digital Marketing Dapat Membantu Mengembangkan Bisnis Anda

Keempat kesalahan diatas tentunya bukan hanya pernah dilakukan oleh mereka yang masih pemula dalam dunia digital marketing. Percayalah bahwa mereka yang sekarang sudah menjadi ahli pun pernah mengalami kesalahan-kesalahan semacam ini. Bahkan mungkin kesalahan itulah yang menjadi salah satu tonggak titik balik dalam bisnis yang mereka kembangkan.

Maka Anda tidak perlu kuatir berlebihan jika hal-hal diatas masih Anda lakukan sampai hari ini. Yang perlu Anda kuatirkan ialah apabila Anda masih belum mau memperbaiki hal tersebut setelah Anda mengetahui bahwa hal tersebut sudah tidak menguntungkan lagi.

Anda Membutuhkan website yang bisa Anda andalkan untuk mengembangkan bisnis Anda secara signifikan dan terukur? Konsultasikan dengan kami sekarang juga, kami akan senang berdiskusi dengan Anda. Telepon kami sekarang juga di +62 8121 867 4302 atau Email kami di halo@indonesiago.digital

Leave a Comment