7 Strategi Media Sosial yang Digunakan Kompetitor Bisnis Anda

Hampir bisa dipastikan kalau setiap perusahaan sekarang ini sudah memiliki akun media sosial. Perusahaan yang tidak memiliki strategi media sosial dalam pengelolanya tentu tidak bisa banyak berharap untuk mendapatkan pengaruh signifikan di dunia digital.

Lantas apakah perusahaan Anda sudah memiliki akun media sosial sendiri? Kalau sudah, apakah akun media sosial Anda sudah lebih ramai ketimbang akun media sosial kompetitor Anda? Atau jangan-jangan malah sebaliknya?

Kalau pun yang terjadi adalah hal sebaliknya, Anda tidak perlu kuatir. Sebab pada kesempatan kali ini kami akan membagikan 7 strategi media sosial yang sudah dilakukan oleh para kompetitor bisnis Anda. Kami juga menyertakan cara-cara mengoptimalisasikannya agar Anda tak sekedar bisa meniru tetapi juga menggunakannya dengan cara yang lebih baik.

Selamat menikmati.

1. Buktikan eksistensi bisnis Anda dengan review.

Di dunia nyata, eksistensi bisnis seseorang selalu dilihat dari sebesar apa omset perusahaannya atau seterkenal apa bisnisnya di mata masyarakat. Percaya atau tidak, hal tersebut juga berlaku di dunia maya dengan format yang sedikit berbeda. Di internet eksistensi bisnis seseorang dinilai dari para followers-nya.

Perusahaan dengan followers’ mencapai jutaan tentu secara alamiah kita anggap jauh lebih besar ketimbang perusahaan yang baru memiliki followers ribuan apalagi ratusan. Akan tetapi jumlah followers saja tidak cukup untuk meraih eksistensi di dunia digital. Kita memerlukan sesuatu yang bernama review atau ulasan.

Ada survei yang menarik dari BrightLocal mengenai pengaruh review terhadap keputusan para calon pembeli untuk membeli suatu barang atau jasa. Survei tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 55% calon pembeli terpengaruh dengan ulasan yang dibuat oleh pembeli terdahulu baik bersifat positif maupun negatif. Survei tersebut juga menunjukkan kalau hanya 5 dari 100 calon pembeli yang enggan memberi perhatian lebih pada bagian review tersebut.

review

https://neilpatel-qvjnwj7eutn3.netdna-ssl.com/wp-content/uploads/2017/08/opinions.png

 

Review umumnya berupa ulasan atau komentar seorang user seputar kesan dan pengalamannya dalam menggunakan produk atau jasa yang Anda miliki. Dengan melihat review, seorang calon pembeli bisa semakin terpengaruh untuk membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan. Facebook merupakan salah satu platform media sosial yang memiliki fitur review mumpuni serta bisa Anda atur sepuasnya.

Semisal Anda mendapatkan review yang kurang baik dari customer Anda sebelumnya. Anda bisa menyembunyikannya dari laman utama fanspage Anda dengan cara masuk ke menu “Activity Log”. Cukup temukan postingan review yang kurang mengenakan dan Anda bisa mengubah pengaturannya agar tidak terlihat di laman utama fanspage Anda.

Jika bosan dengan model review semacam itu, Anda bisa mencoba model review yang lain. Misalnya dengan cara menampilkan logo-logo perusahaan yang pernah menggunakan produk/jasa yang Anda tawarkan. Review juga bisa berupa statistik mengenai seberapa besar bisnis yang sudah Anda lakukan berikut pencapaian apa saja yang sudah Anda raih.

Tetapi jangan pernah mencoba-coba membuat review yang palsu. Disamping kurang etis, hal tersebut malahan bisa membuat perusahaan Anda terlihat sangat buruk di mata calon konsumen kelak. Maka biarkan para customer Anda memberikan review sesuai keinginan mereka dan Anda cukup mem-filter-nya dari waktu ke waktu.

2. Gunakan sudut pandang berbeda dalam memposting ulang suatu konten.

Nyawa dari media sosial adalah postingan. Bila Anda jarang membuat postingan pada akun media sosial perusahaan Anda, tentu perusahaan Anda akan di-cap tidak aktif dan tidak mernarik.

Sayangnya kendala yang sangat sering terjadi ialah kita seakan kehilangan ide saat hendak memposting sesuatu. Memposting konten yang sama berulang kali tentu juga dapat membuat kesal para followers Anda. Lantas apa yang harus dilakukan?

Jawabannya ialah dengan bermain sudut pandang. Agar lebih mudah dalam memahaminya, mari perhatikan gambar berikut.

Pada tanggal 25 Agustus, perusahaan pemberi layanan optimasi facebook ads ini memposting artikel baru mereka tentang optimalisasi iklan di Instagram. Lebih dari satu bulan kemudian, artikel yang sama kembali diposting dengan kalimat pengantar yang cukup jauh berbeda.

Link yang diposting sama persis, tetapi masih terdapat kesan seakan postingan ini bebeda dengan postingan sebelumnya. Disinilah pentingnya memainkan sudut pandang dan kata pengantar dalam membuat postingan.

Baca Juga : 7 Sosial Media Tips Untuk Bisnis Anda

Satu postingan bisa saja Anda keluarkan beberapa kali pada waktu yang berbeda. Namun jangan sekali-kali memosting ulang konten yang 100% mirip. Ubahlah kata-kata deskripsinya dengan kalimat baru yang tak kalah menarik dan bersifat persuasif.

3. Buat polling yang kreatif di sosial media.

Membuat para followers berinteraksi adalah tantangan dunia marketing di era digital. Followers tak hanya sekedar perlu mengikuti akun bisnis Anda tetapi mereka juga harus membicarakan bisnis Anda secara aktif melalui akun media sosial yang mereka miliki.

Fitur polling yang terdapat di Twitter dan facebook sedikit banyak sudah mampu menjawab tantangan ini. Ketika Anda memposting polling, maka para followers akan mulai mengisi polling tersebut. Ketika pengisi polling sudah lumayan banyak biasanya mereka akan mulai saling mengomentari pilihan satu sama lain. Disinilah akun perusahaan Anda akan mulai dibicarakan secara aktif di dunia maya.

Namun alih-alih membuat polling dengan pertanyaan yang standar nan membosankan, Anda justru bisa membuat polling yang kreatif dan menarik untuk diikuti. Polling yang dibuat oleh Starbucks berikut ini misalnya.

Polling diatas sepintas memang terlihat hanya seperti untuk lucu-lucuan semata. Padahal kenyataannya polling tersebut merupakan strategi marketing brillian yang dilakukan oleh Starbucks. Betapa tidak? Hanya dengan sebuah polling mereka bisa mendapatkan slogan baru untuk produk Chai Latte mereka. Kreatif!

Mereka tidak perlu mengetes slogan mereka satu persatu dengan risiko yang besar. Cukup lemparkan ke media sosial dan publik akan menilai dengan sendirinya slogan mana yang paling menarik. Kabar baiknya polling ini bisa mereka lakukan secara gratis tanpa perlu menyewa jasa surveyor handal sama sekali.

Kini giliran Anda memanfaatkan fitur polling tersebut. Kapanpun Anda merasa perlu menentukan suatu slogan untuk keperluan branding produk-produk Anda, gunakanlah polling. Biarkan para followers Anda ikut memberikan andil dalam hal ini agar mereka merasa kalau perusahaan Anda menghargai mereka sebagai customer-nya.

Baca Juga : 4 Kesalahan Dasar yang Sering Dilakukan Pemula dalam Dunia Digital Marketing

4. Buat tweet yang lebih panjang.

Keunikan dari Twitter ialah adanya batasan 140 karakter dalam satu kali tweet. Lebih dari itu tentu tweet Anda tidak akan bisa diterbitkan. Padahal kenyataannya 140 karakter bisa dibilang sangat kurang untuk melakukan marketisasi di dunia digital.

Namun percayakah Anda kalau terdapat trik untuk mengakali hal tersebut? Jika belum percaya, coba perhatikan tweets berikut.

tweet panjang

https://neilpatel-qvjnwj7eutn3.netdna-ssl.com/wp-content/uploads/2017/08/Screen-Shot-2017-08-30-at-10.49.28-PM.png

Hanya dengan terus membalas tweet yang telah Anda buat, Anda bisa menciptakan tweet yang panjang sesuai keinginan Anda. Sangat menarik bukan?

Cara ini bisa Anda terapkan bila suatu saat Anda merasa perlu membahas suatu hal secara cukup panjang di akun twitter perusahaan Anda. Alih-alih membuat banyak tweet, Anda bisa memilih untuk terus membalas satu tweet yang sudah Anda buat. Tujuannya tentu agar para followers Anda dapat mengikuti rentetan tweets Anda secara mudah.

Bila kumpulan tweet yang Anda buat terasa cukup penting dan perlu disimpan baik-baik, Anda bisa gunakan chirpstory. Kumpulan tweet tersebut akan tersimpan dalam satu laman web khusus dengan format tampilan yang nyaman dibaca.

Nantinya link dari kompilasi tweet ini bisa Anda simpan pada bagian “Favorites” di akun Twitter perusahaan Anda. Para follower yang belum sempat membaca kumpulan tweet Anda pun bisa menemukan kumpulan tweet tersebut dengan mudah kapanpun mereka ingin membacanya.

5. Buat Showcase Page di LinkedIn

Jika kompetitor bisnis Anda bermain di LinkedIn, strategi yang satu ini harusnya sudah mereka terapkan. Pun jikalau belum Anda bisa segera menerapkan strategi ini agar bisa mendapatkan perhatian lebih di LinkedIn.

LinkedIn memiliki fitur yang bernama Showcase Page. Bentukannya secara sepintas mungkin bisa dibilang mirip dengan fanspage facebook. Tetapi perbedaannya ialah pada Showcase Page Anda bisa membuat laman khusus untuk setiap produk yang Anda miliki.

showcase akun likedin

Maka tak heran bila perusahaan ternama memiliki banyak Showcase Page di akun LinkedIn mereka. Tujuannya tentu agar semakin banyak orang yang terhubung dengan perusahaan tersebut dengan jaringan-jaringan yang terbentuk dari produk-produk yang mereka miliki.

Cara pembuatan Showcase ini juga tidak sulit. Anda tinggal masuk ke bagian “Admin tools” dan memilih menu “Create Showcase Page”. Anda bisa melakukan kustomatisasi sesuai keinginan layaknya mengatur fanspage facebook.

6. Ketahui efektivitas hashtag yang Anda pakai.

Hashtag alias tagar merupakan fitur yang dapat membuat kita mengikuti seluruh pembicaraan yang menggunakan hashtag serupa. Maka tak heran bila hashtag menjadi bagian penting dalam sebuah postingan. Sebab dengan hashtag seakan-akan kita sedang menandai postingan-postingan yang kita buat.

Masalahnya semakin banyak hashtag yang dipakai berbanding terbalik dengan pengaruh yang bisa ia hasilkan. Hal tersebut setidaknya terbukti secara nyata lewat survei berikut.

Efektifitas hastag atau tagar

Oleh karena itu pilihan terbaiknya ialah dengan menggunakan 1 atau 2 hashtag saja. Sekarang pertanyaannya hashtag yang manakah yang ingin kita pakai?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita lihat efektivitas dari hashtag-hashtag yang kita miliki. Bukalah situs ritetag dan segera masuk dengan akun Twitter atau facebook Anda. Jika sudah masuk, cukup masukkan hashtag yang ingin Anda telusuri dan info lengkap mengenai hashtag tersebut akan langsung Anda dapatkan.

https://neilpatel-qvjnwj7eutn3.netdna-ssl.com/wp-content/uploads/2017/08/pasted-image-0-2136.png

Cobalah menganalisis beberapa hashtag sekaligus agar Anda bisa memiliki perbandingan yang cukup. Kemudian Anda bisa memilih hashtag yang paling banyak dilihat atau di-retweet sebagai hashtag utama dalam postingan-postingan Anda berikutnya. Sangat mudah bukan?

Pesaing bisnis Anda pasti juga menggunakan hashtag di akun media sosial mereka. Maka dari itu Anda perlu menggunakan hashtag yang tepat untuk mementangkan pertarungan di area ini.

7. Bagikan konten yang dibuat oleh para followers.

Selain memposting konten orisinil, Anda juga bisa memanfaatkan konten yang dibuat oleh para followers Anda. Konten semacam ini biasa disebut dengan istilah UGC alias user-generated content.

UGC patut dipertimbangkan karena sudah terbukti mampu meningkatkan interaksi di akun media sosial perusahaan bisnis secara signifikan. Dengan memposting konten milik followers Anda, mereka yang diposting kontennya akan merasa senang karena diperhatikan oleh bisnis Anda. Adapun mereka yang kontennya tidak diposting bisa jadi tergerak untuk ikut memposting sesuatu yang menarik agar bisa ikut di­-repost oleh akun bisnis Anda.

Share konten ke penggemar atau audiens

https://neilpatel-qvjnwj7eutn3.netdna-ssl.com/wp-content/uploads/2017/08/pasted-image-0-2179.png

Pola interaksi seperti UGC inilah yang sangat diharapkan oleh para pakar digital marketing diluar sana. Sebab dengan cara ini perusahaan bisa membangun interaksi yang positif antara dirinya dengan followers atau antara followers dengan followers lainnya.

Cara membagikan konten dari para followers ini pun sangat mudah. Anda hanya perlu menginstal aplikasi semacam Repost untuk Instagram. Ketika menemukan konten unik dari para followers, Anda bisa langsung me-repost-nya di postingan akun Anda. Sertakan pula akun follower yang Anda bagikan kontennya di laman postingan Anda.

Tetapi jangan lupa untuk menanyakan izin dari followers Anda terlebih dahulu untuk me-repost konten yang sudah mereka posting. Utamanya terhadap konten-konten yang tidak mereka produksi secara khusus dengan me-mention atau menandai akun perusahaan Anda. Disinilah Anda bisa membuktikan profesionalitas perusahaan Anda secara langsung.

Baca Juga : 10 Trik Meningkatkan Rangking Google Anda Dengan Media Sosial

Simpulan

Media sosial memang sangat menarik untuk dipelajari. Beragam fitur didalamnya bisa sangat membantu kita melakukan kegiatan marketing selama kita memang menggunakannya secara optimal. Anda bisa menggunakan review, polling, hashtag, Showcase Page, atau bahkan UGC.

Anda juga bisa memposting ulang konten yang pernah Anda terbitkan sebelumnya dengan gaya bahasa yang berbeda namun tetap menarik perhatian. Ingin menerbitkan konten yang lebih panjang pun sudah tidak lagi menjadi masalah karena Anda sudah mengetahui triknya.

Jadi, strategi manakah yang akan Anda gunakan pertama kali?

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of