8 Kunci Sukses Membuat Website Bisnis Online Menguntungkan

8 Kunci Sukses Membuat Website Bisnis Online Yang Menguntungkan

Berkecimpung di dunia bisnis online saat ini memang sangat menguntungkan. Buktinya, data dari Statista mengungkapkan, terdapat transaksi penjualan online di seluruh dunia pada sepanjang tahun 2016 mencapai US$1,86 triliun. Angka tersebut diperkirakan bakal meningkat mencapai US$4,8 triliun pada tahun 2021.

 

Pertumbuhan penjualan online dunia 2015-2021

 

Dengan potensi sebesar itu, tentu sangat rugi kalau menyia-nyiakannya. Apalagi, dengan membangun website, Anda bisa bertransaksi dengan konsumen dari berbagai negara. Ditambah lagi, perkembangan teknologi di Indonesia saat ini sangat mendukung. Akses internet sudah menjangka berbagai pelosok negeri. Saat ini, tercatat ada sebanyak 132 juta pengguna internet tersebar di tanah air. Pemerintah pun menargetkan pemerataan internet secara menyeluruh pada tahun 2022.

 

Produk yang dipasarkan juga bisa sangat beragam. Anda dapat memilih produk digital yang memberi kemudahan karena tidak perlu biaya pengiriman. Sementara itu, menjual produk yang berbentuk secara fisik juga tidak terlalu menyulitkan. Mengingat, saat ini berbagai layanan ekspedisi bisa ditemukan dengan mudah. Bahkan, Anda bisa memberikan opsi layanan pengiriman murah dan berkualitas kepada konsumen.

 

 

Hanya saja, tidak semua pemilik website bisa menjalankan bisnis online-nya secara lancar dan meraih kesuksesan. Apalagi, kompetitor yang harus Anda hadapi jumlahnya tidak sedikit. Menurut data dari InternetLiveStats, saat ini terdapat sebanyak lebih dari 1,3 miliar website. Angka tersebut pun akan terus meningkat, mengingat tren penggunaan internet yang semakin tinggi.

 

Dengan potensi memperoleh keuntungan yang sangat melimpah, tidak heran kalau banyak yang tertarikuntuk berkecimpung di bisnis online. Apalagi, sudah banyak contoh tokoh terkemuka dunia yang memulai usaha online dari nol dan kini dikenal sebagai salah satu orang terkaya dunia. Tengok saja keberadaan Jan Koum, pendiri WhatsApp yang masa lalunya pernah bekerja sebagai seorang tukang sapu.

 

 

Hanya saja, potensi pemasukan yang besar juga tidak serta-merta membuat setiap orang yang berkecimpung di bisnis online langsung memperoleh kesuksesan dan membuat Anda seperti Jan Koum. Tak sedikit pula pengusaha yang harus gulung tikar dan menanggung kerugian besar.  Untuk itu, Anda harus memperhatikan 8 kunci sukses ketika memilih berkecimpung di bisnis dunia maya, yakni:

 

 

1. Melakukan Manajemen aset website

Kunci meraih kesuksesan pertama dalam membangun website bisnis online adalah manajemen yang baik. Anda harus memiliki kemampuan untuk mengatur aset pada website. Aset-aset tersebut pun beragam, mulai dari akun media sosial hingga akun di layanan hosting.

Anda bisa melakukan manajemen aset website dengan memperhatikan merek produk yang ditawarkan. Pastikan pengaturan aset itu relevan dengan merek, misalnya terkait penggunaan kata kunci yang sesuai pada akun media sosial serta halaman web. Hal ini berguna sebagai salah satu metode pemasaran digital.

 

 

 

2. Ketahuilah kompetisi pasar di industri Anda

Setiap bisnis yang baik, baik di dunia online ataupun offline, dibarengi dengan pengetahuan tentang kompetisi pasar yang dihadapinya. Secara khusus, kompetisi pasar menjadi hal yang sangat krusial dalam menjalankan bisnis online. Anda harus mengetahui kompetitor serta konsumen yang ingin disasar.

Untuk mengetahui kompetisi dalam bisnis online, bisa menggunakan keyword pada halaman mesin pencari. Misalnya, pada Google Adwords, Anda dapat memperoleh seberapa kuat kompetisi untuk mendapatkan sebuah kata kunci. Di waktu yang sama, Anda bisa melihat sejauh mana tren kata kunci tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

 

 

 

3. Pertahankan reputasi merek Anda

Saat berkecimpung di bisnis online, Anda juga harus memiliki kemampuan untuk memproteksi nama merek Anda. Kesalahan kecil ketika menangani seorang konsumen, bisa merusak merek Anda dalam skala yang besar dengan hanya menuliskan review jelek.

 

 

Apalagi, di era media sosial seperti sekarang, tak jarang konsumen memilih mengungkapkan keluh kesahnya terhadap sebuah produk lewat akun pribadinya.

Oleh karena itu, Anda harus memiliki aturan yang jelas dalam melakukan pemasaran  online.

 

Selain itu, jalankanlah akun media sosial perusahaan dengan baik. Terima setiap keluhan dan responlah dengan bijak, meskipun saat itu konsumen berada dalam posisi yang salah.  Jangan lupa, berikan solusi yang benar-benar bisa digunakan untuk menyelesaikan permasalahan konsumen.

 

 

 

4. Gunakan server/ hosting website yang dapat diandalkan

Saat menjalankan bisnis online, Anda juga harus menyiapkan akses website yang cepat dan dapat diandalkan. Jangan memilih menggunakan provider layanan server / hosting yang murah. Alih-alih menghemat beberapa ratus ribu rupiah per bulan, Anda malah berisiko kehilangan konsumen yang bakal memberi keuntungan jutaan rupiah.

 

Pastikan layanan hosting untuk website memiliki bandwidth yang cukup besar. Dengan begitu, website bisnis online yang dikelola bisa menampung banyak pengunjung tanpa harus mengalami permasalahan.

Selain itu, pastikan kalau layanan hosting yang digunakan memberikan servis berkualitas. Jangan sampai karena salah memilih layanan hosting, situs Anda jadi susah diakses oleh pengunjung karena sering down. Hal ini akan sangat berdampak pada kenyamanan pengunjung yang ingin berbelanja.

 

 

5. Jangan hanya fokus pada satu produk saja

Kunci kesuksesan berikutnya dalam membangun bisnis online adalah tidak terpaku menawarkan hanya dengan satu produk saja. Alih-alih mengharapkan pemasukan Rp10 juta dari penjualan salah satu produk, kenapa tidak menyediakan 10 jenis produk yang masing-masing bisa menghasilkan pendapatan mencapai Rp1 juta?

Dengan mene]yediakan berbagai jenis produk, Anda memiliki risiko kerugian yang lebih kecil. Apalagi, target pasar di dunia digital sangat luas. Apabila produk yang akan Anda tawarkan beragam, Anda berkesempatan meraih lebih banyak keuntungan dari produk Anda yang lain.

 

Cara lain adalah dengan menempatkan produk Anda di marketplace online. Anda perlu melakukan riset mengenai produk yang paling laku di pasaran terlebih dulu sebelum memulainya. Ketika Anda berhasil menemukan formula  yang tepat pada satu produk, maka ulangi langkah serupa untuk produk lain.

 

 

 

6. Meningkatkan konversi website Anda dengan cara sederhana

Dengan dibuatnya sebuah website untuk layanan/ produk Anda, tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan traffic / pengunjung website yang diharapkan bisa dikonversi menjadi customer atau pelanggan.

 

 

Pilihan untuk mendapatkan traffic/ pengunjung website pun beragam. Anda bisa menggunakan layanan iklan pay per click (PPC), beriklan di media sosial, atau dapat pula menggunakan program afiliasi.

 

Baca juga: PPC atau SEO, Mana yang harus Anda Fokuskan Terlebih Dahulu?

 

Namun, traffic website tersebut akan sia-sia kalau pada akhirnya pengunjung tidak melakukan transaksi. Di sini, kemampuan copywriting menjadi hal yang sangat krusial. Copywriting memungkinkan pengunjung website tertarik dengan produk yang Anda tawarkan. Anda bisa memilih mempelajari cara membuat copywriting yang bagus atau mempekerjakan tenaga ahli di bidang copy-writting.

 

 

 

 

7. Bangun traffic yang berkualitas

Saat memiliki sebuah website, keberadaan pengunjung menjadi salah satu kunci kesuksesan. Namun, bagi pemilik website bisnis online, sekadar pengunjung bukanlah hal yang diinginkan. Sebagai seorang pebisnis, Anda tentu lebih menginginkan kedatangan visitor yang akan membeli produk yang ditawarkan.

 

Contoh kasus, website A punya pengunjung per bulan mencapai 100 ribu. Sementara itu, situs B hanya punya visitor sebanyak 1.000. Sekilas, website A terlihat lebih sukses. Namun, bagaimana kalau ternyata 100 ribu pengunjung pada website A tidak pernah melakukan transaksi? Di sisi lain, sebanyak 90% visitor situs B memilih melakukan pembelian.

 

Dari contoh kasus tersebut, seorang pebisnis online sebaiknya lebih cenderung mendatangkan pembeli dibandingkan menghadirkan pengunjung. Kalau tidak berhasil melakukannya, situs jual beli online yang Anda kembangkan tidak akan pernah bisa sukses. Hal inilah yang membedakan seorang pebisnis online dengan pemilik website portal informasi.

 

 

 

 

8. Bangun sistem yang bekerja untuk Anda

Terakhir, Anda harus bisa membangun sistem yang efektif—benar-benar melakukan tugasnya dengan baik. Dalam hal ini, kebanyakan perusahaan yang berkecimpung dalam bisnis di dunia internet, memiliki karyawan yang sedikit.

 

Sebagai contoh adalah WhatsApp, aplikasi pengirim pesan terpopuler saat ini. Meski memiliki pengguna mencapai lebih dari 1 miliar, karyawan WhatsApp ternyata hanya berjumlah 50 orang.

 

 

 

Lalu, bagaimana cara melakukan hal tersebut? Mudah saja. Anda bisa memilih untuk menggunakan layanan pihak ketiga untuk menyelesaikan tugas tertentu. Misalnya, Anda butuh tenaga customer support untuk layanan pemesanan tiket, tinggal mencari layanan outsourcing saja. Demikian pula untuk tugas lainnya seperti membuat rilis pers, newsletter, meng-update blog, dan lain-lain.

 

 

 

 

 

11 Indikator yang Perlu Diperhatikan untuk Menilai Kesuksesan Bisnis Online

 

img src by burundi.com

 

Setelah mengetahui kunci sukses dalam menjalankan bisnis online, Anda juga perlu tahu cara mengukur kesuksesannya.

 

Ada 11 indikator—disebut dengan key performance indicators (KPI), yang perlu diperhatikan, yakni:

 

 

  • Penjualan bulanan, tiga bulanan, dan tahunan

Indikator pertama yang harus diperhatikan adalah jumlah penjualan per bulan, per tiga bulan, serta per tahun. Dari data tersebut, Anda akan memperoleh informasi yang sangat detail terkait data penjualan itu, termasuk di antaranya adalah channel penjualan, produk yang paling laris, ataupun area penjualan. Pencatatan ini menjadi informasi berharga untuk menilai kinerja Anda secara rutin, terutama sebagai bahan evaluasi.

 

 

  • Aktivitas daftar email

Melihat jumlah daftar email yang dikumpulkan juga menjadi indikator penting untuk mengukur kesuksesan sebuah website bisnis online. Apalagi, aktivitas marketing menggunakan email menjadi pendekatan efektif dalam mendatangkan konsumen. Data yang bisa diperoleh dari sini juga beragam, mulai dari seberapa banyak email yang dibaca, jumlah orang yang membaca pesan setiap hari, hingga orang yang benar-benar memperhatikan isi email yang Anda kirimkan.

 

 

 

Menariknya, saat ini tersedia beragam tool yang memudahkan dalam pencatatan KPI aktivitas daftar email. Beberapa layanan email marketing seperti iContact ataupun AWeber punya fitur untuk mencatat indikator seperti open rate, bounce rate, purchase rate, click through rate, serta new subscriber rate.

 

 

 

  • Biaya akuisisi konsumen

Biaya akuisisi konsumen merupakan ongkos rata-rata yang perlu Anda keluarkan untuk setiap transaksi. Biaya ini perlu diperhitungkan, terutama ketika Anda perlu mengeluarkan ongkos untuk mendatangkan traffic. Perhitungannya pun tidak terlalu sulit. Anda hanya perlu membagi jumlah biaya marketing total dengan jumlah konsumen baru pada durasi yang ditentukan.

 

 

  • Sumber traffic berkualitas

Seperti yang telah disebutkan, traffic berkualitas merupakan salah satu kunci kesuksesan berbisnis online. Oleh karena itu, Anda perlu mencatat seberapa besar penjualan dan sumber traffic transaksi tersebut. Salah satu tool yang membantu pencatatan KPI ini adalah OntraPort.

Tool tersebut memberi informasi detail mengenai sumber traffic pada website. Selain itu, OntraPort juga punya kemampuan untuk membandingkan masing-masing sumber traffic. Dari situ, Anda bisa melakukan analisis berdasarkan peringkat keyword serta landing page.

 

 

 

  • Jumlah pengunjung baru per hari

Melakukan pencatatan pengunjung baru per hari juga tidak kalah pentingnya. Apalagi, untuk mendapatkan data ini tidak terlalu sulit. Anda bisa menggunakan layanan gratis Google Analytic. Dengan mengetahui data ini, Anda dapat mengetahui sejauh mana pencapaian dan jumlah pengunjung baru yang perlu didapatkan untuk meraih tujuan.

 

 

  • Peningkatan penjualan

Secara rutin melakukan perbandingan peningkatan penjualan juga menjadi hal penting untuk mengukur sebuah kesuksesan. Dengan begitu, Anda bisa secara langsung tahu apakah pencapaian kali ini lebih baik dibandingkan periode sebelumnya atau tidak.

 

 

  • Sales funnel

Sales funnel atau yang juga dikenal dengan revenue funnel merupakan proses pembelian yang dilakukan oleh konsumen. Dengan menganalisis sales funnel, Anda bisa mengetahui bagaimana para lead menemukan produk Anda. Selain itu, hal yang lebih penting lagi, Anda bisa tahu bagaimana lead tersebut akhirnya menjadi konsumen.

Di waktu yang sama, melakukan analisis tingkat konversi dari salah satu tahapan funnel ke tahapan berikutnya menjadi kunci sebuah sales funnel yang sukses. Dengan melakukan hal ini, Anda bisa mengetahui kelebihan serta kekurangan yang dimiliki.

 

 

 

  • Goal completion rate (GCR)

GCR menjadi indikator penentu keberhasilan sebuah metode marketing yang tengah Anda jalankan. Misalkan, Anda tengah menggunakan metode marketing webinar atau subscribing. Dengan mendapatkan data ini, Anda bisa memperoleh gambaran awal tingkat konversi dari tahap awareness ke consideration pada sales funnel.

 

 

 

  • Performa keyword

KPI berikutnya adalah dengan melakukan pengukuran terhadap performa keyword yang digunakan. Hal ini menjadi penting untuk melihat seberapa efektif SEO pada website. Dari sini, Anda bisa mendapatkan peringkat keyword yang kemudian bisa dipakai untuk sarana mencari kata kunci yang baru.

Lalu, bagaimana cara mengukur performa keyword tersebut? Fitur ini bisa dengan mudah diperoleh pada layanan Google Adwords. Di sini, Anda bisa memperoleh laporan lengkap terkait statistik kata kunci yang dipakai. Caranya juga mudah, Anda hanya perlu menuju ke bagian Campaigns dan mengeklik tab Keywords.

 

 

 

  • Interaksi media sosial

Hal penting berikutnya adalah dengan melihat seberapa banyak interaksi yang berlangsung di akun media sosial. Perlu diketahui, tidak semua interaksi pada media sosial punya penilaian yang seimbang. Sebagai contoh, di media sosial Twitter, retweet dinilai memiliki posisi lebih tinggi dibandingkan favorites karena keberadaannya memastikan sirkulasi konten.

Seperti halnya pengukuran KPI lainnya, Anda juga bisa melakukan otomasi pengukuran interaksi media sosial. Salah satu tool yang dapat dipertimbangkan adalah Buffer. Tool ini punya kemampuan untuk melacak, otomasi, serta melakukan analisis terhadap semua akun media sosial yang dipakai sebagai sarana marketing.

 

 

 

  • End action rate

Terakhir adalah end action rate(EAR) yang menjadi ukuran efektivitas pemasaran digital yang dilakukan. Penilaian EAR dilakukan berdasarkan action terakhir dari audience Anda, juga biasa disebut aktivitas konversi. EAR bisa berbentuk berbagai macam, mulai dari jumlah lead yang didapatkan, download, video view, pengisian formulir, hingga penjualan.

Sekilas, EAR ini memiliki kemiripan dengan GCR. Hanya saja, EAR punya cakupan yang lebih luas dan faktor pertimbangannya juga lebih banyak. Secara khusus, EAR menjadi metode yang dipakai untuk menilai efektivitas kampanye marketing yang tengah dijalankan.

 

 

 

Dengan mengetahui kunci sukses serta metode pengukuran kesuksesan sebuah website bisnis online, Anda memiliki modal cukup untuk bersaing dengan para pengusaha lain di dunia maya. Ingat, tidak ada kata terlambat untuk memulai berbisnis, yang ada adalah Anda mau jadi orang sukses atau gagal?

 

Baca juga: Pentingnya Memilih Pengembang Website Profesional untuk Bisnis Anda

 

Sudahkah Anda Memiliki Website Untuk bisnis Anda?

IndonesiaGO Digital Dapat Membantu Anda Mewujudkannya.
Hubungi Kami Sekarang Juga

KLIK Disini

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of