Begini-Cara-cara-Membayar-Internet-Agar-Penjualan-Anda-Meningkat

Begini Cara-cara ‘Membayar’ Internet Agar Penjualan Anda Meningkat

Dalam dunia digital marketing, iklan menjadi suatu hal yang sangat lumrah. Cukup tempatkan iklan pada laman yang sangat ramai dikunjungi orang-orang. Sebagian dari mereka pasti akan menge-klik iklan tersebut dan Anda bisa mengarahkan tautannya ke situs penjualan Anda. Anda pun bisa mendapatkan pengunjung baru dengan mekanisme tersebut.

Nah seiring perkembangan dunia informasi, bentuk iklan ini pun semakin beragam. Berbeda tarif iklan bisa berarti berbeda juga cara pengiklanannya. Ada yang pembayaran iklannya dihitung dari jumlah tampilan, ada yang pembayarannya dihitung jika suatu aplikasi telah terinstal, ada yang membayar untuk setiap klik yang dihasilkan, dan lain sebagainya.

Sangat baik jika Anda mengetahui jenis-jenis iklan tersebut satu demi satu. Sebab dengan begitu Anda bisa menentukan metode iklan manakah yang cocok bagi bisnis Anda dan bisa menghasilkan keuntungan berlipat dari waktu ke waktu.

 

Cost Per Click (CPC)

Source By : http://get10000fans.com

Cost per click (CPC) merupakan suatu metode pembayaran iklan dimana kita akan membayar setiap klik yang dilakukan oleh pengunjung web terhadap iklan yang kita miliki. Agar lebih mudah dalam membayangkannya, mari perhatikan ilustrasi berikut.

Misal Anda ingin memasang iklan di situs tertentu dimana apabila iklan Anda di-klik maka laman website penjualan Anda akan terbuka. Anda pun membayar sejumlah uang kepada pengelola situs tersebut dengan metode CPC. Katakanlah Anda membayar untuk 1000 klik. Maka iklan yang Anda buat akan terus ditampilkan di situs web tersebut sampai jumlah user yang menge-klik iklan tersebut mencapai angka 1000.

Selama jumlah pengunjung yang menge-klik belum sampai 1000, iklan Anda akan terus terpampang di laman situs tersebut. Tetapi apabila jumlah penge-klik-nya telah mencapai angka 1000, tentu iklan Anda akan langsung diturunkan dan Anda perlu membayar lagi agar iklan tersebut bisa tayang kembali.

Keuntungan dari metode ini adalah Anda hanya akan membayar untuk orang-orang yang telah tertarik dengan iklan Anda dan menge-klik iklan tersebut. Anda tidak perlu membayar untuk ribuan orang yang melihat iklan tersebut selama jumlah orang yang menge-klik-nya tidak mencapai angka CPC yang telah Anda tetapkan.

Meskipun begitu metode ini tetap memiliki kelemahan yang cukup krusial. Adakalanya para penge-klik iklan tersebut bukanlah user yang sebenarnya melainkan bot atau kompetitor bisnis kita. Kasus ini memungkinkan jatah CPC kita berkurang secara drastis tanpa disertai peningkatan jumlah real user yang berkunjung ke website kita. Akibatnya uang yang sudah kita habiskan untuk membayar CPC jadi sulit untuk bisa dikembalikan dalam waktu dekat.

 

Cost Per Mile (CPM)

Cara Mendaftarkan Website Anda ke Google Adsense

Source By : Indonesiago.digital

Cost per mile (CPM) merupakan metode pembayaran atas jumlah tampilan yang diinginkan dari iklan yang kita miliki. M pada singkatan CPM merupakan bilangan Romawi yang berarti 1000, sehingga dengan kata lain CPM berarti membayar setiap seribu tampilan dari iklan yang kita milliki.

Tempat tampilnya iklan ini tentulah harus strategis. Ada yang menggunakan laman web tertentu, terutama pada laman postingan yang memiliki kunjungan terbanyak. Ada pula yang menempatkan iklan ini di aplikasi-aplikasi tertentu.

CPM merupakan salah satu cara pembayaran iklan yang paling sering ditemui di internet. Pasalnya cara kerja sistem ini sangat mudah. Anda sebagai pengiklan cukup menentukan jumlah tampilan yang diinginkan dan pihak penyedia tempat iklan akan langsung menempatkan iklan Anda sambil memulai counter pada laman tersebut.

Sayangnya kelemahan dari metode ini cukup besar. Bayangkan misalnya apabila iklan tersebut ditempatkan pada bagian bawah laman dan user yang membuka laman tersebut langsung berpindah ke laman lain sebelum men-scroll sampai bawah. Anda akan tetap dikenakan biaya atas hal semacam itu.

Maka dari itu beberapa pihak penyedia iklan menerapkan metode optimized CPM (oCPM). Metode ini lebih efektif karena penempatan iklannya yang lebih efektif dan iklan hanya akan ditampilkan kepada user yang memiliki ketertarikan dengan bidang bisnis yang Anda miliki. Peningkatan layanan ini tentunya dibarengi dengan harga yang meningkat pula sehingga Anda perlu merogoh kocek lebih dalam.

 

Cost Per Lead (CPL)

Source By : Hubspot.com

Cost per lead (CPL) bisa dikatakan sebagai bentuk pembayaran sesuai dengan hasil akhir dari iklan yang diterbitkan. Artinya sebagai pihak pengiklan Anda tidak akan diminta bayaran atas berapapun tampilan yang tidak menghasilkan apapun kepada Anda, melainkan pada seberapa banyak user yang benar-benar terjaring berkat iklan Anda.

Nah bagaimana cara mengukur user yang benar-benar terjaring dari iklan ini? Jawabannya dengan menyediakan sarana seperti formulir online tertentu yang akan terbuka setelah iklan Anda di-klik. Perhitungan dimulai jika terdapat user yang benar-benar mengisi formulir tersebut sampai tuntas.

Oleh karena metode ini cukup kompleks, seringkali ia digandengkan dengan metode pembayaran yang lain seperti PPC (pay per click). Jadi beberapa penyedia iklan telah memiliki nilai pendekatan perhitungan PPC minimum agar didapatkan lead dengan jumlah tertentu.

CPL sangat sering digunakan untuk mengundang orang agar mendaftarkan emailnya pada database bisnis tertentu. Nantinya seluruh penawaran dan bonus akan sering dikirimkan via email tersebut secara langsung dan hal ini tentu memperbesar peluang penjualan secara signifikan.

 

Cost Per Install (CPI)

Source By : Hubspot.com

 

Kalau metode yang satu ini umumnya digunakan oleh para pihak yang memiliki produk berupa aplikasi tertentu. Anda cukup menentukan berapa jumlah user baru yang harus meng-install aplikasi Anda, dan pihak penyedia iklan akan mencari user tersebut dengan metode apapun.

Setiap metode pembayaran memang sangat bergantung pada siapa pihak pengiklannya, tetapi pada CPI hal ini menjadi sangat krusial. Sebabnya penyedia iklan yang benar-benar profesional dan kurang profesional akan sangat terlihat perbedaannya.

Pada penyedia jasa CPI profesional, mereka akan benar-benar mencari user yang memiliki ketertarikan dengan aplikasi Anda dan menyodorkan aplikasi tersebut dengan cara yang baik-baik pula. Mereka biasanya membutuhkan waktu kerja yang sedikit lebih lama tetapi hasilnya pasti benar-benar berkualitas. Tak jarang user yang berhasil meng-install aplikasi tersebut menjadi user permanen hingga dikemudian hari.

Akan tetapi penyedia jasa CPI yang tidak profesional tidak akan mau melakukan hal tersebut. Mereka umumnya akan memanfaatkan aplikasi Anda sebagai pra-syarat jika seorang user ingin mengunduh game atau aplikasi tertentu. Dengan kerja yang jauh lebih mudah ini, waktu yang mereka perlukan pun menjadi lebih sedikit. Tetapi software milik Anda juga bisa jadi dipandang sebelah mata oleh para user baru tersebut.

Beberapa penyedia jasa CPI yang lebih nakal bahkan menggunakan fasilitas bot untuk meng-install software Anda. Maka jika Anda hendak memilih metode ini, Anda perlu benar-benar memerhatikan kepada siapa Anda mempercayakan pekerjaan ini.

 

Cost Per Action (CPA), Cost Per Sale (CPS) dan Cost Per Order (CPO)

Source By :https://growtraffic.com

Ketiga metode pembayaran ini pada dasarnya mengusung ide yang sama: sebagai pengiklan Anda hanya perlu membayar apabila suatu hal telah benar-benar dilakukan. Bukan sekedar iklan Anda dilihat atau di-klik semata.

Untuk cost per action (CPA) berarti Anda perlu membayar untuk setiap action yang diinginkan. Action ini dapat berupa pengisian formulir tertentu, pendaftaran user, instalisasi software tertentu, dan lain-lain. Bentunya bisa jadi mirip dengan CPI atau CPL tetapi CPA memiliki rentang yang jauh lebih luas sebab Anda bisa menentukan sendiri jenis action yang diiinginkan.

Sementara cost per order (CPO) berarti Anda hanya perlu memberikan imbalan setiap ada order baru yang Anda terima. Anda tidak perlu membayar sama sekali bila order tersebut dibatalkan atau bahkan tidak terjadi sama sekali. Dengan kata lain pembayaran iklan akan Anda lakukan apabila pemasukan juga telah benar-benar Anda dapatkan.

Adapun cost per sales (CPS) bentuknya sangat mirip dengan CPO. Sedikit perbedaannya ialah pada model perhitungannya. CPO umumnya menghitung berapa jumlah order yang berhasil dilakukan, sedangkan CPS menghitung berapa produk yang berhasil terjual. Jika ada seseorang membeli dua produk dalam satu kali order berarti CPO-nya dihitung satu sementara CPS-nya dihitung dua.

Ketiga metode ini sepintas memang terlihat paling menguntungkan. Pasalnya keuntungan secara nyata pasti akan Anda dapatkan sebanding dengan besarnya biaya yang harus Anda keluarkan dalam pemasangan iklannya. Efektivitas iklan ini juga sangat tinggi karena Anda tidak perlu menghabiskan uang sepeser pun untuk setiap iklan yang tidak menghasilkan apa-apa.

Tetapi metode ini juga akan memberatkan pihak penyedia iklan. Meskipun keuntungan yang bisa mereka dapatkan relatif lebih besar, risiko yang perlu mereka tanggung juga sangat besar. Bayangkan apabila mereka bekerja sepekan penuh tetapi belum berhasil memberikan satu penjualan pun bagi Anda. Satu dolar pun tak akan bisa mereka dapatkan.

Oleh karena itulah banyak pengelola iklan yang sudah meninggalkan metode ini. Memang masih ada yang bertahan dengan metode ini tetapi Anda memerlukan usaha ekstra untuk menemukan mereka dan membayar biaya yang ekstra pula sebagai bentuk penjaminan dari risiko yang besar itu.

 

 

Mana yang paling menguntungkan?

Source By : Google.com

Masing-masing metode diatas memang memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Tidak mudah untuk menentukan cara manakah yang akan memberikan keuntungan paling banyak. Apalagi jika pertimbangan ini sudah melibatkan seberapa besar budget yang Anda miliki.

Namun setidaknya terdapat 3 hal krusial yang patut Anda pertimbangkan. Ketiga hal tersebut adalah tujuan Anda, target Anda, dan siapa pihak penyedia iklan yang Anda pilih. Ketiganya berpengaruh signifikan terhadap efektivitas dari iklan-iklan yang Anda terbitkan.

Dua faktor pertama bisa Anda penuhi dengan mempertimbangkan jenis iklan dan bisnis yang Anda miliki secara matang-matang. Sebagai contoh jika iklan Anda sangat menarik untuk di-klik, mungkin metode CPC akan sangat efektif ketimbang CPM. Sementara jika konten iklan Anda berupa tawaran untuk berlangganan email, tentu metode CPL sangat perlu Anda pertimbangkan.

Adapun faktor terakhir –yang berhubungan dengan pihak penyedia jasa iklan– akan lebih mudah Anda penuhi bila Anda berkonsultasi dengan orang-orang yang sudah lebih berpengalaman. Anda mungkin bisa saja mencari informasi track record media tersebut di internet, tetapi mereka yang pernah menjalankannya tentu memiliki informasi yang lebih valid bukan?

Disinilah pentingnya memiliki sosok mentor atau konsultan dalam dunia digital marketing. Sosok tersebut bukan hanya akan memberi tahu Anda metode iklan mana yang paling baik tetapi juga bagaimana Anda bisa mengoptimalkan metode-metode tersebut agar marketing yang Anda jalankan bisa benar-benar berdampak pada kemajuan bisnis Anda.

 

Anda menginginkan website Anda menggunakan iklan untuk mempromosikan bisnis Anda melalu PPC atau sejenisnya? Konsultasikan dengan kami sekarang juga, kami aka senang berbicara dengan Anda. Telepon kami sekarang juga di +62 8121 867 4302 atau Email kami di halo@indonesiago.digital

Leave a Comment