Kesalahan Fatal yang Dapat “Membunuh” Bisnis di Era Digital

Membangun bisnis di era digital bukanlah perkara yang dapat diselesaikan hanya dalam satu malam. Anda perlu menginvestasikan harta, waktu, dan tenaga untuk memastikan agar bisnis yang dijalankan dapat mencapai target dan tujuan.

Saking rumitnya perjalanan membangun sebuah bisnis, banyak orang yang mengumpamakannya seperti pertempuran di medan perang. Berbeda dengan pertempuran yang biasa kita nikmati dalam film dan buku fiksi, pertempuran di medan bisnis harus mampu memenangkan keuntungan baik bagi perusahaan maupun konsumen. Tak jarang dalam proses tersebut, Anda akan menghadapi berbagai macam tantangan yang bisa saja menghancurkan semangat serta tujuan awal berbisnis.

Membuat kesalahan ketika pertama kali berkecimpung di dunia bisnis memang mutlak dilakukan siapapun. Namun, jangan sampai Anda menganggap remeh kesalahan berikut yang justru berisiko membunuh bisnis Anda dalam sekejap.

Jadi pada artikel kali ini Saya akan membahas tentang Beberapa Kesalahan Fatal yang Sering Dilakukan dan Dapat “Membunuh” Bisnis Anda di Era Digital.

1. Strategi Pemasaran yang Tidak Tepat Sasaran

katakan tidak

Strategi dan perencanaan merupakan langkah awal untuk menentukan arah sebuah bisnis. Terlebih di era digital seperti saat ini. Tren begitu mudah berubah dari waktu ke waktu, kebutuhan dan keinginan konsumen yang semakin beragam setiap hari, serta ketatnya persaingan di ranah bisnis. Sebelum mengenalkan produk maupun jasa kepada masyarakat luas, Anda wajib menentukan tujuan dan rencana pemasaran produk tersebut. Pastikan bahwa strategi pemasaran yang Anda rancang spesifik, tepat sasaran, dan dapat dijangkau dengan mudah oleh target.

Rencana bisnis yang baik mampu menjabarkan dengan jelas produk atau jasa apa yang dikenalkan, serta keuntungan apa yang akan diperoleh konsumen ketika menggunakan produk tersebut yang tidak akan ditemukan pada produk pesaing.

2. Tidak Menyesuaikan Penawaran dengan Permintaan

Bisnis yang Anda jalani harus mampu menjadi solusi atas kebutuhan masyarakat. Namun, masih banyak pula pebisnis yang mengabaikan hal tersebut, sehingga mereka cenderung menawarkan produk yang tidak sesuai dengan permintaan pasar. Itulah sebabnya Anda wajib mengukur tingkat kebutuhan pasar sebelum menyusun strategi pemasaran. Anda dapat mencari tahu tren produk yang tengah berkembang di masyarakat dengan menggunakan Google Trends. Cukup masukkan nama produk pada kolom pencarian dan Google Trends akan menunjukkan grafik permintaan produk yang dimaksud.

3. Branding Asal-asalan

10 Cara Terbaik Memilih Nama Domain yang Cocok untuk Branding

Brand merupakan representasi dari visi, misi, dan kesungguhan dalam melayani konsumen. Oleh karena itu, para pebisnis wajib merancang cara terbaik untuk mengenalkan produknya kepada masyarakat. Branding yang baik tidak selalu berkutat pada pemilihan desain produk, logo, jargon, atau penawaran fantastis. Hal terpenting adalah Anda mampu membangun kepercayaan publik tanpa harus menggunakan trik atau gimmick yang justru dapat mengorbankan reputasi brand. Untuk membangun brand awareness produk, Anda mungkin perlu meminta bantuan para profesional guna melakukan riset pasar serta ketatnya persaingan untuk menentukan strategi apa yang harus diterapkan agar produk dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

4. Halaman Website yang Berantakan

user experience

Website resmi perusahaan merupakan elemen pertama yang dituju konsumen ketika mencari informasi produk melalui mesin pencarian. Di era digital ini, bisa dikatakan bahwa website merupakan “wajah” bisnis Anda. Itulah sebabnya Anda perlu memastikan tampilan website mampu mengakomodasi kebutuhan para pengunjung, bukan malah membuat mereka bingung karena navigasi website yang rumit. Hampir dipastikan, halaman website yang berantakan dan membingungkan pengunjung akan menjadi awal malapetakan bisnis. Maka, jangan heran jika traffic kunjungan website dan jumlah penjualan semakin menurun.

Website bisnis yang baik harus mampu menghadirkan informasi, call-to-action, serta landing page yang jelas dan tidak merusak fokus pengunjung untuk menemukan apa yang mereka cari. Pastikan pula pesan yang Anda tampilkan di muka website singkat, jelas, dan informatif.

5. Iklan dan Konten Landing Page Tidak Sesuai

Kesalahan marketing yang satu ini jelas akan menurunkan kepercayaan konsumen. Bayangkan jika Anda mencari laptop murah di Google, lalu mengeklik iklan yang tersedia, tapi ketika diklik, Anda malah diarahkan ke halaman website yang menampilkan tablet dengan harga fantastis. Apa yang Anda rasakan ketika ditawari produk yang tidak diinginkan? Kesal tentunya.

Lantas, apa yang harus dilakukan untuk mencegah hal tersebut terjadi pada bisnis Anda? Periksa dan analisa kembali elemen yang akan Anda tampilkan di landing page. Konten landing page harus sesuai dengan iklan yang Anda pasang di Google, Facebook, YouTube, Instagram, dan kanal marketing lainnya. Jangan sampai calon pembeli potensial Anda kecewa karena tidak mendapatkan kesan pertama yang bagus terhadap produk Anda.

6. Call-to-Action yang Tidak Jelas

Anda memang harus punya website yang unik, trendi, dan mutakhir. Namun, apa gunanya jika website tersebut tidak mampu memenuhi tujuan utamanya untuk membantu meningkatkan jumlah pembeli? Jika pengunjung tidak dapat melihat atau mengerti apa yang harus mereka lakukan untuk memesan barang, membuat akun, berlangganan newsletter, atau menghubungi customer service, pengunjung kemungkinan besar akan langsung meninggalkan website.

Semakin sering hal tersebut terjadi, semakin besar pula risiko kehilangan pembeli potensial. Untuk itu, Anda wajib membuat call-to-action sejelas mungkin di halaman muka website, landing page, dan keseluruhan laman website. Beri tahu pengunjung apa yang harus mereka lakukan untuk memperoleh apa yang mereka inginkan.

7. Landing Page yang Membingungkan Pengunjung

Ketika Anda meminta informasi target atau calon klien Anda pastikan tidak meminta banyak informasi, meminta banyak informasi bahkan tentang data diri lengkap Anda akan membuat malas dan menimbulkan kecurigaan. Cobalah untuk meminta seminimal mungkin, mintalah nama dan email Saya rasa cukup, Anda dapat menanyakannya lebih banyak lagi melalui metode email.

Anda juga harus mempertimbangkan untuk tidak menampilkan puluhan produk sekaligus dalam satu landing page, bisa jadi itu bukanlah suatu solusi yang bagus. Adanya beragam jenis informasi yang ditampilkan sekaligus justru akan membingungkan pengunjung. Landing page yang efektif harus fokus pada satu tujuan serta memiliki presentasi produk yang kuat, marketing trigger yang persuasif, dan kelebihan yang dimiliki produk.

Dalam berbisnis, Anda dituntut untuk selalu mempertimbangkan kebutuhan konsumen. Jika Anda ingin mempromosikan beberapa produk secara bersamaan, sebaiknya Anda buat beberapa landing page dan gabungkan landing page tersebut ke beberapa halaman website. Ingat, landing page dan call-to-action akan berimbas langsung pada conversion rate website Anda.

 

8. Tidak Memasukkan About Us dan Kontak Pada Website

Adanya halaman About Us dapat memberikan pencerahan kepada pengunjung tentang sejarah singkat perusahaan serta mengapa pengunjung harus mempercayakan kebutuhannya akan produk dan jasa tertentu pada Anda. Selain About Us, nomor telepon dan alamat email perusahaan pun wajib ditampilkan dalam website untuk memudahkan konsumen menyalurkan pertanyaan, saran, dan kritiknya.

9. Website Tidak Memiliki Blog

Blog menjadi salah satu komponen terpenting dalam bisnis di era digital. Dengan blog, Anda dapat menghadirkan konten yang mampu memberikan informasi dan edukasi kepada para pengunjung dan konsumen potensial, sekaligus meningkatkan traffic ke website bisnis Anda. Bisnis yang memiliki blog di websitenya memiliki sekitar 97 persen inbound link, yang juga dapat membantu meningkatkan traffic.

Selain dapat dijadikan sebagai sumber informasi target konsumen, blog pun menjadi wadah yang tepat untuk menjalin interaksi dengan konsumen, terlebih jika Anda mengintegrasikan blog dengan laman media sosial bisnis Anda. Jangan lupa untuk memasukkan keyword yang sesuai pada setiap konten blog untuk mengoptimalkan kinerja SEO dan membantu website bisnis Anda lebih mudah ditemukan di halaman mesin pencarian.

10. Website Tidak Mobile-Friendly

mobile responsive

Ponsel pintar kini telah merevolusi aktivitas digital penggunanya. Bahkan, belanja online pun dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja hanya dengan menggunakan ponsel pintar. Namun, apa jadinya jika website bisnis Anda tidak mendukung akses via ponsel?  Padahal, survei menunjukkan sekitar 85 persen pengguna internet selalu mengandalkan ponselnya untuk mencari tahu informasi produk sebelum melakukan pembelian.

Data tersebut menunjukkan seberapa besar ketergantungan pengguna internet pada akses mobile. Maka, bisa dipastikan Anda dapat kehilangan jumlah pembeli potensial jika website bisnis Anda tidak dapat mengakomodasi kebutuhan mobilitas penggunanya. Akses website yang mobile-friendly tidak hanya mampu meningkatkan kepuasan konsumen. Fitur GPS yang sudah diintegrasikan pada ponsel pun mampu membuka peluang untuk membidik target pasar berdasarkan lokasi.

11. Proses Checkout Barang dan Pembayaran yang Rumit

Jika website e-commerce Anda mengharuskan konsumen untuk melalui tahapan checkout yang rumit, hampir dipastikan konsumen justru akan meninggalkan website tanpa menyelesaikan pembeliannya. Ketika konsumen sudah sampai pada tahap checkout, langkah menuju proses pembayaran harus singkat dan sederhana agar konsumen tidak memiliki alasan untuk membatalkan pembeliannya. Untuk itu, pastikan laman pembayaran pada website Anda dapat dimuat dengan cepat dan tidak mengharuskan konsumen untuk melengkapi sejumlah tahapan ekstra sebelum melengkapi proses pembelian. Beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan demi menyederhanakan proses pemesanam di website di antaranya:

  • Usahakan untuk tidak meminta konsumen untuk mengisi data-data di luar kebutuhan pembayaran dan pengiriman barang. Kolom yang wajib diisi hanya meliputi nama, alamat, nomor telepon, dan opsi pembayaran.
  • Pastikan konsumen mengerti format pengisian kolom untuk menghindari munculnya pesan error.
  • Sediakan opsi login via media sosial agar pengunjung tidak perlu repot membuat akun khusus di website

12. Membeli Followers atau Likes untuk Media Sosial

Popularitas merek dagang di dunia maya memang menjadi tolok ukur kesuksesan bisnis. Namun, bukan berarti Anda harus melalui jalan pintas untuk membangun reputasi di dunia maya. Salah satu kesalahan yang banyak dilakukan pelaku bisnis online adalah membeli followers palsu untuk akun media sosial demi menciptakan kesan bahwa merek yang diusung telah mampu meraih kepercayaan publik.

Banyaknya jumlah followers palsu tidak akan berpengaruh pada bisnis Anda, sebab biasanya akun-akun yang diperjualbelikan tersebut tidak lain bot atau akun spam. Akun followers palsu di media sosial pun tidak akan mampu membangun reputasi merek Anda. Sebaliknya, strategi ini justru akan membuat laman media sosial makin sulit untuk muncul di pencarian organik.

Daripada fokus pada jumlah followers atau likes, lebih baik pusatkan perhatian Anda pada kualitas konten. Konten yang bagus tentu dapat menarik minat pengunjung untuk berinteraksi di laman media sosial, yang tentunya dapat meningkatkan kepercayaan publik akan reputasi merek Anda.

13. Mengabaikan Saran dan Respon Konsumen di Media Sosial

7-Trik-Sosial-Media-Untuk-Bisnis-Anda

Pengguna media sosial biasanya sangat vokal menyuarakan opini mereka, baik mengenai hal yang mereka sukai, apalagi mengenai hal yang mereka benci. Ketika konsumen menyukai apa yang Anda tulis di media sosial, mereka akan memberikan likes dan bahkan tidak segan membagikan konten media sosial Anda di laman pribadi mereka. Berdasarkan respon di media sosial tersebut, Anda dapat mencari tahu jenis konten apa yang dapat menarik minat pengguna untuk meninggalkan komentar dan likes. Selanjutnya, Anda dapat menjabarkan material konten berdasarkan tren yang tengah berkembang di masyarakat agar para pengikut laman media sosial Anda tertarik untuk memberikan tanggapannya.

Tidak jarang pula ada konsumen yang mengungkapkan keluh kesahnya di kolom komentar media sosial. Meski sering kali tidak berkaitan dengan topik bahasan yang Anda angkat, tidak ada salahnya untuk tetap menanggapi pertanyaan dan keluh kesah konsumen tersebut agar konsumen lain yang punya pertanyaan sama pun dapat memperoleh informasi. Gunakan saran dan kritik dari konsumen sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan konsumen Anda.

14. Tidak Menghitung ROI (Return on Investment)

ROI

ROI atau yang dikenal pula dengan istilah laba atas investasi merupakan rasio uang yang diperoleh atau hilang dalam sebuah investasi. Jika Anda tidak menghitung ROI, Anda tidak akan tahu efektivitas strategi pemasaran yang diterapkan. Padahal, strategi pemasaran membutuhkan dana yang juga tidak kalah banyaknya dari biaya produksi. Membuat kesalahan pada penerapan strategi pemasaran sama dengan membuang biaya operasional lebih banyak, yang pada akhirnya akan berimbas pada keseluruhan laba bisnis.

Menghitung ROI bisa jadi hal yang cukup rumit pada praktiknya. Pertama, Anda perlu menentukan komponen mana yang perlu dihitung, seperti traffic, leads, conversion rate, atau jumlah klik. ROI dihitung dengan mengurangi jumlah total penjualan dengan biaya investasi lalu bagi dengan keseluruhan biaya investasi dan dikalikan dengan 100 persen. Contohnya, jika investasi bisnis Anda yang berjumlah Rp10.000.000 menghasilkan penjualan sebesar Rp15.000.000. Maka, laba yang diperoleh adalah Rp5.000.000.

Perhitungan ROI dalam persentasae adalah:

((Rp15.000.000-Rp10.000.000)/Rp10.000.000) x 100% = 50%

Jadi, dapat disimpukan bahwa ROI yang diperoleh sebesar 50%.

15. Membombardir Pelanggan dengan Spam

Email-Marketing-untuk-Pengacara-Panduan-Pemasaran-Hukum

Bisa jadi Anda tidak sadar jika konsumen sering kali merasa terganggu akibat banyaknya email yang dikirimkan. Meski konsumen telah bersedia untuk berlangganan pada milis Anda, bukan berarti mereka tidak akan merasa jengkel jika setiap hari harus menerima sejumlah email penawaran dari website. Daripada harus kehilangan jumlah subscribers, lebih baik Anda menyediakan opsi frekuensi pengiriman email pada konsumen. Ketika konsumen mendaftar sebagai pelanggan newsletter, Anda perlu menanyakan apakah mereka ingin menerima email mingguan atau bulanan.

16. Membiarkan Pengabaian Keranjang Belanja

bounce rate, apa itu?

Pengabaian keranjang belanja (shopping cart abandonment) merupakan istilah yang populer di kalangan pegiat e-commerce. Ada banyak faktor yang menyebabkan pengunjung tidak menyelesaikan proses pembeliannya, salah satu di antaranya adalah rumitnya proses checkout. Adanya pengabaian keranjang belanja tentu sangat berpengaruh pada persentase penjualan. Namun, para pebisnis sering kali tidak menyadarinya dan menganggap pengabaian keranjang belanja merupakan hal lumrah yang tidak perlu diperbaiki.

Untuk mengatasi hal ini, Anda perlu melakukan survei pelayanan untuk menentukan apa yang membuat pelanggan tidak menyelesaikan proses pembeliannya. Jika masalah utamanya ada pada lamanya proses checkout, Anda dapat menyederhanakan proses tersebut dengan mengurangi tahapan penyelesaian pembelian. Proses checkout yang singkat dapat membantu meningkatkan conversion rate hingga 35 persen. Cara lain yang dapat diterapkan untuk mengatasi hal ini adalah dengan menawarkan pengiriman gratis, dan potongan harga.

Membangun bisnis di era digital bagaikan mengemudikan kapal di tengah samudera. Kita harus siap dengan perubahan arah angin yang tiba-tiba. Lengah sedikit saja, kapal yang dikemudikan bisa oleng dan tenggelam.

Hal tersebut juga berlaku ketika Anda memutuskan untuk menjadi digitalpreneur. Anda harus siap dengan cepatnya perubahan tren dan arus informasi. Peka terhadap tren dan perubahan pola belanja konsumen merupakan karakteristik yang wajib dimiliki seorang digitalpreneur. Risiko dalam berbisnis memang tidak dapat dihindari. Namun, kita dapat selalu belajar dari kesalahan yang pernah dibuat agar mampu bangkit dan menjadi lebih baik.

 

 

Baca juga:

1. Bagaimana Media Digital Dapat Membantu Meningkatkan Penjualan?

2. Pentingnya Memilih Pengembang Website Profesional untuk Bisnis Anda

3. Menerapkan Strategi Blogging untuk Website Bisnis Anda

4. 25 Alasan Kenapa Pelaku Bisnis Perlu Membuat Website

Jika Anda mencari Jasa Pembuat website yang mengerti tentang kebutuhan bisnis maupun usaha Anda, Tim IndonesiaGO Digital hadir dan memiliki sebuah moto untuk melakukan revolusi bagi pengusaha- pengusaha di Indonesia untuk melek digital. IndonesiaGo DIgital dapat memberikan Anda konsultasi secara gratis sebelum Anda merencanakan untuk membuat sebuah website yang nantinya akan menjadi pilar utama Anda dalam berbisnis di dunia maya.

Hubungi kami sekarang juga di

0812 9449 0505 (Whatsapp/Phone/SMS),

email halo@indonesiago.digital

atau di jasa design website

Leave a Comment