5 Kesalahan Terburuk yang Harus Anda Hindari sebelum Membuat Website

5 Kesalahan Terburuk yang Harus Anda Hindari sebelum Membuat Website

Perlukah perusahaan memiliki website?

aplikasi live chat comm100

Pertanyaan tersebut mungkin banyak dilontarkan para pemilik usaha. Jika melihat geliat perkembangan bisnis di era digital saat ini, tentu saja setiap bisnis baik UKM maupun korporasi memerlukan website untuk membangun citra sekaligus berinteraksi dengan konsumen. Website bahkan dapat digolongkan sebagai aset penting perusahaan. Di era yang sebagian besar masyarakatnya sangat bergantung pada internet dan ponsel pintar, untung-rugi sebuah bisnis banyak ditentukan oleh online presence perusahaan.

Jika menimbang tren masyarakat yang semakin mengarah ke gaya hidup digital, memaksimalkan digital marketing tentu menjadi sebuah keharusan. Tak perlu terlalu jauh membicarakan strategi digital marketing terlebih dulu. Anda perlu memastikan bahwa website, yang notabene “wajah” perusahaan di dunia maya, sudah maksimal dalam menjalankan tugasnya.

Kriteria website yang baik tentu berbeda-beda bagi setiap orang. Banyak yang berpikir bahwa website yang bagus hanya perlu memiliki halaman About Us, Contact, blog, serta desain apik dan modern. Namun, banyak pula yang menganggap kehadiran platform tambahan seperti live chat mampu memaksimalkan peran website dalam berinteraksi dengan pengunjung.

Kriteria website yang ideal tentunya bergantung pada jenis bisnis yang Anda jalankan. Pertanyaannya, bagaimana untuk memastikan bahwa website yang Anda buat mampu menjalankan tugasnya secara maksimal?  Untuk menjawabnya, mungkin Anda perlu menghindari lima kesalahan fatal dalam pembuatan website berikut ini.

 

Kesalahan #1. Navigasi Website yang Tidak User-Friendly

Kualitas website Anda sangat ditentukan oleh kemudahan navigasinya. Navigasi terdiri dari serangkaian menu dan label yang tertera pada halaman website. Navigasi yang terstruktur tentu dapat membantu pengunjung mengakses informasi yang dibutuhkan dengan lebih cepat dan mudah. Jika berbicara mengenai kemudahan akses pengguna, menu navigasi yang sederhana jauh lebih dianjurkan dibanding menu dengan berbagai modifikasi.

Navigasi website pun memengaruhi traffic, konversi, dan peringkat di mesin pencarian. Namun, aksesibilitas navigasi kadang dipertaruhkan demi website yang memiliki tampilan berbeda. Beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam membuat navigasi website meliputi:

·   Terlalu banyak menaruh item di menu navigasi

Anda mungkin sering melihat website dengan deretan tautan navigasi di halaman berandanya. Banyaknya item navigasi justru dapat membuat fokus pengunjung terpecah dan akhirnya melewatkan informasi penting yang mereka cari di website. Gunakan maksimal lima item navigasi pada halaman muka website Anda. Anda dapat menggunakan model menu drop-down untuk memberikan tautan ekstensi pada menu.

·   Tidak mengganti warna tautan yang telah dikunjungi

Pengunjung sering tidak sadar jika telah mengunjungi tautan yang sama berkali-kali. Kebiasaan tersebut dapat membuat pengunjung terlalu lama berputar-putar dalam mendapatkan informasi yang dicari. Untuk menghindari hal tersebut, website seharusnya menggunakan indikator warna yang berbeda pada tautan yang telah dikunjungi dan tautan baru. Penggunaan warna yang berbeda pada tautan di halaman muka website dapat menghindari pengunjung untuk tidak mengeklik tautan yang sama berkali-kali.

·   Menu navigasi sulit ditemukan

Biasanya, menu navigasi diletakkan pada bagian atas website secara horizontal, atau pada panel kiri vertikal. Tak jarang desainer website mencoba hal berbeda dengan meletakkan menu navigasi tersebut di tempat yang tidak umum. Karena pengunjung terbiasa melihat menu navigasi horizontal di bagian atas halaman website, mereka tentu akan merasa aneh jika harus mencari menu navigasi di tempat lain. Khusus masalah navigasi website, Anda harus tetap berpegang teguh pada konsep minimalis.

 

 

Kesalahan #2: Desain Website Tidak Responsif

user experience

Website bisnis dituntut agar mendukung tampilan mobile. Dengan desain yang responsif, website dapat diakses dengan mudah di berbagai perangkat. Namun, masih banyak merchants yang mengabaikan pentingnya memiliki desain website yang responsif. Beberapa kesalahan yang sering dibuat dalam membuat desain website yang responsif di antaranya:

·  Mendahulukan perancangan website untuk versi desktop

Kebanyakan pemilik usaha mengutamakan tampilan website dalam versi desktop. Padahal kendala teknis dalam mengubah skala tampilan website dari desktop ke versi mobile dinilai lebih sulit. Dengan berfokus pada perancangan tampilan website untuk versi mobile, Anda dapat menciptakan pengalaman browsing dengan perangkat mobile yang jauh lebih baik, sebab sebagian besar pengguna internet lebih sering mengakses konten menggunakan smartphone. Pernyataan tersebut didukung data dari Statista yang menunjukkan jumlah pengguna smartphone di Indonesia mengalami kenaikan yang signifikan dari tahun ke tahun.

·   Loading website terlalu lama

Pengunjung tentu tidak akan sungkan untuk menutup tab browser saat loading website terlalu lama. Untuk memastikan agar website dapat memuat data lebih cepat, Anda perlu meninjau kembali konten yang ada di dalamya, seperti gambar, teks, dan tombol. Kecepatan website dalam memuat data juga sangat berpengaruh dalam menentukan peringkat di hasil penelusuran Google.

Waktu muat tidak hanya berimbas pada peringkat website di mesin pencarian. Namun, yang paling penting, naik-turunnya angka konversi pengunjung sangat bergantung pada faktor yang satu ini. Ingat, setiap detik yang dihabiskan pengunjung menunggu website selesai memuat konten sangat berpengaruh pada angka konversi.

Baca : Pentingnya Mempercepat Loading Website untuk Menghasilkan Profit yang Lebih Banyak

·   Tombol CTA untuk perangkat mobile terlalu kecil

Adanya tombol call-to-action (CTA) dapat membantu pengunjung untuk mendapatkan informasi yang mereka inginkan. Pada pengguna desktop, tombol satu ini mungkin tidak sulit untuk ditemukan. Namun, bagi pengguna perangkat mobile, tombol CTA yang terlalu kecil terkadang menjadi penghalang untuk mengakses konten yang tersedia di website.

Kendala yang harus dihadapi pengguna perangkat mobile saat mengakses website yang tidak responsif adalah memperbesar tombol CTA hanya untuk mengekliknya. Tombol CTA yang terlalu kecil bahkan sering pula menyebabkan salah klik yang akhirnya berimbas pada pengunjung meninggalkan website saking frustrasinya. Desain tombol CTA harus proporsional, yang artinya berukuran sedang dan tidak diletakkan terlalu dekat dengan tombol lainnya.

 

 

Kesalahan #3: Gaya Tipografi Terlalu Rumit dan Sulit Dibaca

typography

Typografi by Canva

Tipografi pada website dapat menciptakan citra tersendiri bagi perusahaan. Anda tentu diperbolehka

n memilih gaya tulisan yang berbeda untuk website, tapi tetap harus memudahkan pengunjung dalam mengakses informasi. Kesalahan dalam memilih font saja dapat berimbas pada pengalaman browsing yang kurang menyenangkan bagi pengunjung. Hindari kesalahan umum berkaitan dengan tipografi berikut untuk memastikan pengunjung dapat mengakses informasi di website Anda dengan lebih nyaman.

·  Memilih font yang sulit dibaca

Apa jadinya jika website dipenuhi tulisan tegak bersambung? Tentu banyak pengunjung yang akan merasa kesulitan untuk menginterpretasikan makna tulisan tersebut. Pemilihan font yang tidak tepat dapat berpengaruh langsung pada cognitive fluency pengunjung website.

Apa sih yang dimaksud cognitive fluency? Secara umum, cognitive fluency mengacu pada perasaan yang dimiliki seseorang saat melakukan sesuatu. Nah, pengunjung tentu menginginkan kecepatan dan kemudahan saat mengakses website. Artinya, mereka tidak ingin dibuat pusing oleh huruf tegak bersambung yang meliuk-liuk dan sulit dibaca. Usahakan untuk memilih font yang sederhana dan mudah dibaca, tapi tetap memiliki nilai estetika.

· Ukuran font terlalu kecil

Dulu, banyak website yang menggunakan ukuran font 12px. Lambat laun banyak yang menyadari ukuran font 12px terlalu sulit dibaca di layar komputer. Ukuran dan model font pada website juga sangat berpengaruh bagi fokus perhatian pengunjung. Biasanya, pengunjung hanya membaca kata atau kalimat yang berkaitan dengan informasi yang dicari. Untuk menarik perhatian pengunjung, pastikan Anda membuat headline dan body dengan ukuran font cukup besar agar pengunjung tidak perlu menyipitkan mata untuk dapat membaca informasi yang tertera.

· Menggunakan beberapa font berbeda dalam satu tempat

Selain menunjukkan inkonsistensi, penggunaan beberapa font yang berbeda pada website dapat membuat pengunjung bingung. Biasanya, font headline dan body dibuat berbeda dengan maksud untuk menambah nilai visual konten website. Meski tujuannya baik, penggunaan font yang berbeda-beda dapat membuat perhatian pengunjung terpusat pada tampilan huruf dibanding informasi yang ditampilkan pada website. Ingat, website Anda harus mengutamakan kemudahan navigasi selain kebutuhan visual pengunjung.

·  Leading dan tracking yang terlalu kecil

Leading merupakan spasi antar baris kalimat, dan tracking merujuk pada spasi antar huruf atau kata. Dua elemen tersebut memainkan peran penting bagi readability konten website Anda. Leading dan tracking tipografi sangat ditentukan oleh font yang digunakan. Untuk itu, pastikan font yang dipilih mudah dibaca.

 

 

Kesalahan #4: Mengabaikan Kualitas Konten Website

konten web

Ilustrasi web Content By Renegadecommerce

Sebagai salah satu medium digital marketing, website perlu menyajikan konten menarik yang tidak hanya menunjukkan keunggulan perusahaan tapi juga harus mampu menjadi penyedia solusi dan informasi bagi pengunjung. Konten website yang berkualitas dapat menarik traffic pengunjung dalam jumlah yang signifikan. Namun, para merchants sering kali lebih mengedepankan nilai kuantitas dibanding kualitas konten. Di samping itu, ada pula beberapa kesalahan umum yang sering dibuat merchant saat membuat konten website, seperti:

·   Membuat konten yang tidak berorientasi pada kebutuhan pengunjung

Seorang content marketer harus mampu menjadi pemberi solusi bagi target pasar atau pengunjung websitenya. Membuat konten yang terlalu mengunggulkan brand atau bisnis bukanlah cara yang tepat untuk menarik perhatian pengunjung. Tampil di halaman pertama mesin pencarian memang menjadi faktor pertimbangan yang penting, tapi Anda tetap perlu memprioritaskan kebutuhan pengunjung.

Konten yang berkualitas pada akhirnya akan menjadi penilaian penting bagi mesin pencarian untuk menentukan kredibilitas website Anda. Dengan berpusat pada pembaca, maka konten pun dapat sekaligus mendongkrak peringkat website di mesin pencarian.

Lantas, apa yang dimaksud dengan konten yang menjadikan pembaca sebagai fokus utamanya? Konten yang reader-oriented mampu menyajikan permasalahan sesuai dengan sudut pandang pembaca yang dituju. Pikirkan, kira-kira informasi apa yang dicari pembaca? Apa saja yang mereka butuhkan, dan mengapa mereka mengunjungi website Anda?

Tempatkan posisi Anda pada posisi pengunjung. Kira-kira, apa yang Anda cari saat mengunjungi sebuah website? Idealnya, Anda harus mampu menyajikan informasi yang pas dengan latar belakang demografis target pasar, termasuk pain point, dan proses pengambilan keputusan.

Tawarkan solusi dengan membuat konten yang mengangkat permasalahan umum yang sering dihadapi target pasar. Jalin kedekatan dengan pengunjung melalui pembahasan permasalahan yang mendalam, baru ungkapkan mengapa pengunjung dapat mempercayakan pemecahan masalahnya pada Anda.

·  Isi konten yang tidak to-the-point

Tahukah Anda bahwa pengunjung hanya membaca sekitar 28 persen teks  dari keseluruhan konten yang ditampilkan di website? Saat mengunjungi sebuah website, pengunjung cenderung untuk membaca informasi yang mereka cari. Contohnya, layanan yang ditawarkan, kontak, prosedur pemesanan, keunggulan layanan, dan testimoni.

Lantas, apakah kita harus mengurangi jumlah konten website yang dibuat untuk pengunjung? Tentu tidak. Anda hanya perlu membuat konten yang readable. Salah satunya adalah dengan membuat poin-poin penting dalam bentuk bullet points, deskripsi singkat, dan informasi penting yang dicetak tebal. Jenis konten seperti itu tentunya akan lebih memudahkan pengunjung dalam mencari informasi penting tanpa harus membaca keseluruhan isi konten.

·  Kesalahan penulisan

Kesalahan pengetikan atau typo tampak sepele dan sering ditemukan. Penulis andal pun tentu masih sering melakukan kesalahan pengetikan. Namun, siapa sangka jika kesalalahan kecil ini dapat berpengaruh pada kredibilitas dan kesan pembaca terhadap website perusahaan Anda? Meski tampaknya sulit untuk benar-benar terlepas dari kesalahan satu ini, Anda perlu memastikan bahwa typo dalam konten dapat diminimalisasi.

Akan lebih baik jika ada editor khusus untuk memeriksa konten sebelum dimasukkan ke dalam website. Jika Anda bertugas menulis dan mengedit konten sekaligus, luangkan waktu sejenak setelah menulis untuk sekadar menyegarkan mata sebelum mulai mengedit.

Baca juga: 20 Elemen Website Yang Jarang Orang Tahu Tapi Bisa Menaikkan Omzet 100X Lipat

 

Kesalahan #5: Usability Website yang Buruk

link backlink internal link

Ilustrasi linkby brokenshark

Keberhasilan sebuah website tidak hanya ditentukan oleh tampilannya yang modern atau jumlah traffic yang meningkat setiap harinya. Kenaikan jumlah traffic tidak dapat dicapai tanpa kemudahan dalam mengakses website. Website yang user-friendly tentu menawarkan pengalaman konsumen yang baik, dan tentunya berimbas pada peningkatan angka kepuasan konsumen. Namun, ada beberapa kesalahan umum berkaitan dengan usability website yang sering ditemukan, seperti:

·  Mengabaikan tautan yang rusak / broken link

Tautan rusak yang ditampilkan melalui pesan error sering disebabkan oleh perubahan URL atau faktor human error dan tentu menjadi permalahan yang sering kali muncul pada hampir seluruh website. Namun, kotak dialog “halaman tidak ditemukan” bukanlah respon yang diinginkan pengunjung. Sayangnya, kesalahan semacam ini sering kali diabaikan oleh pemilik website.

Pengguna WordPress dapat memanfaatkan plugin Broken Links Checker untuk mengatasi masalah ini. Jika Anda sigap dalam memperbaiki tautan rusak, pengunjung tidak harus berhadapan dengan pesan error yang membuat mereka kesulitan mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Memperbaiki tautan rusak juga merupakan satu langkah efektif dalam meningkatkan usability website.

·  Tidak adanya opsi pencarian

Kotak pencarian merupakan salah satu fitur website yang wajib ada, khususnya pada website e-commerce. Pengunjung sering kali langsung menuju kotak pencarian untuk mendapatkan informasi tanpa harus mengecek halaman website satu persatu. Untuk itu, pastikan Anda sudah meletakkan kotak “Search” di tempat-tempat yang mudah dilihat pengunjung. Kotak pencarian biasanya diletakkan di sidebar atau bahkan di bagian header website.

·  Tidak membuka kesempatan bagi pengunjung untuk berinteraksi

Halaman Contact dan fitur live chat dapat menjadi wujud kepedulian Anda pada konsumen. Interaksi pengunjung merupakan salah satu aspek yang menentukan keberhasilan website, terutama jika Anda menjalankan website e-commerce, atau yang berhubungan dengan jasa dan layanan.

Menanggapi pertanyaan konsumen tidak hanya menunjukkan kualitas customer service, tapi juga dapat memberikan kesan pada konsumen bahwa Anda memang peduli, dan konsumen tentu akan sangat mengapresiasi hal tersebut. Jadi, tidak ada salahnya untuk mencantumkan nomor telepon atau email customer service Anda dibanding hanya menyediakan halaman FAQ. Interaksi langsung tentu dapat membantu penyelesaian masalah yang lebih efektif.

 

Baca juga: Pentingnya Memilih Pengembang Website Profesional untuk Bisnis Anda

 

Efektivitas sebuah website sangat bergantung pada ketersediaan fitur, konten, dan navigasi yang mengutamakan faktor pengalaman pengguna. Jangan ragu untuk berkonsultasi pada website designer atau developer untuk memastikan website yang dibuat tidak hanya dapat membantu bisnis Anda, tapi juga mampu menciptakan pengalaman pengguna terbaik.

Sudahkah Anda Memiliki Website Untuk bisnis Anda?

IGO Dapat Membantu Anda Mewujudkannya.
Hubungi Kami Sekarang Juga

KLIK Disini

Leave a Comment