10 Cara Terbaik Memilih Nama Domain yang Cocok untuk Branding

10 Cara Terbaik Memilih Nama Domain yang Cocok untuk Branding

Nama domain untuk web atau blog sangat berpengaruh dalam pencarian. Kalau domainnya susah diingat oleh masyarakat, peluang web ditemukan akan semakin kecil. Nah, kalau pencarian di search engine semakin kecil, visibilitas dari domain yang Anda tidak akan meningkat. Dampaknya, Anda atau brand yang Anda usung tidak akan dikenal oleh banyak orang.

 

Untuk mengatasi hal di atas, Anda bisa melakukan hal. Pertama adalah rebranding dengan memperkenalkan nama baru ke publik. Kedua, Anda harus memilih domain yang benar sejak awal sebelum melakukan branding untuk diri sendiri (personal branding) atau produk tertentu.

Pada artikel ini kita akan membahas cara kedua yaitu memilih domain yang benar dan cocok untuk branding yang Anda lakukan. Berikut 10 cara yang bisa diikuti semuanya atau sebagian. Sesuaikan dengan kebutuhan Anda saat ini.

 

1. Masukkan Kata Kunci

keyword kata kunci

img src: freepik

 

Kata kunci adalah hal paling penting dari sebuah domain yang akan dibuat sebagai brand atau merek. Misal Anda sedang melakukan branding pada produk sepatu. Masukkan kata kunci sepatu pada domain yang akan dibeli dan dijadikan alamat web. Misal Anda memilih kata kunci sepatu kanvas atau sepatu lukis.

Kata kunci bisa satu atau dua kata. Anda bisa menggunakan kata kunci itu di depan atau di belakang dari merek yang Anda usung. Misal merek yang Anda usung Tatara, domain yang bisa dijadikan rekomendasi adalah “tatarasepatu”, “sepatu-tatara”, atau “tatara-shoes”.

Gabung kata-kata yang sekiranya cocok untuk brand yang Anda usung. Daftar semua kata-kata yang sekiranya menarik. Selanjutnya cek dahulu apakah sudah dipakai oleh orang lain atau belum. Kalau sudah bisa gunakan nama lain agar tidak sama dan brand yang Anda miliki jadi lebih unik.

Satu lagi, coba ujikan ke teman atau rekan terkait dengan nama domain yang ada keyword-nya. Beberapa nama domain mungkin terlihat pas dan sesuai dengan isi produk, tapi ada juga domain yang malah terlihat aneh. Jadi, mintalah orang lain melihatnya terlebih dahulu apakah domain itu sudah pas apa belum.

 

 

2. Asosiasikan dengan Pekerjaan

profesi

img src: pinterest

 

Kalau Anda niatnya mau melakukan personal branding agar lebih dikenal banyak orang, gunakan nama domain yang sesuai dengan pekerjaan. Misal Anda bekerja sebagai seorang desainer yang andal. Domain yang bisa dipilih bisa meliputi kata-kata sekitar dunia desainer, misal “prodesign” atau “goodesigner”.

Selain dengan kata kunci yang berasosiasi dengan pekerjaan, Anda juga bisa memilih kata kunci yang ada hubungan dengan nama sendiri. Misal “michael-design” atau “design-michael”. Dengan kata kunci itu, orang akan tahu kalau Michael adalah seorang desainer dan memiliki web itu.

Cara yang sama ini juga bisa diaplikasikan untuk perusahaan atau startup yang ingin lebih dikenal masyarakat. Misal startup yang berhubungan dengan dunia kepenulisan dan digital misal memilih kata-kata seperti “kontenesia” atau “jasapenulis”. Dengan kata-kata ini masyarakat akan tahu secara langsung web itu berisi apa dan jasa apa yang ditawarkan.

3. Gunakan Kata-Kata yang Singkat

keep short

 

Ingatkah Anda dengan domain-domain panjang yang kadang untuk diketik saja masih perlu berpikir beberapa saat? Jika iya, jangan pilih domain seperti ini. Pertama, Anda sendiri akan susah mengetiknya di browser. Kedua, kalau Anda saja susah bagaimana dengan orang lain yang ingin mencari Anda atau membeli produk yang sedang akan di-branding.

Untuk menghindari hal-hal seperti ini ada baiknya untuk tidak menggunakan kata yang panjang atau frasa yang sampai terdiri dari 2-4 kata. Lebih baik gunakan kata yang sederhana, mudah diingat oleh masyarakat, dan mereka tidak akan salah ketik sehingga masuk ke web lain atau menganggap web Anda tidak bisa dibuka.

Lakukan penyeleksian kata-kata yang sekiranya cocok untuk nama domain. Selanjutnya lakukan penyeleksian dengan ketat. Buang kata-kata yang sekiranya sangat panjang dan peluang orang ingat ketika membacanya sekali sangat rendah.

Selanjutnya hindari kata-kata yang pengucapannya menimbulkan banyak kebingungan. Misal kata express atau xpress. Selanjutnya ada kata lembab atau lembap. Kata-kata yang mirip dan membuat orang lain punya kemungkinan salah saat menulisnya lebih baik dihindari saja.

 

Baca juga: Inilah 5 Hal yang Dilakukan Agensi Digital bagi Bisnis Anda

 

 

4. Memiliki Cakupan Area

indonesia map area

img src: ony3345

 

Maksud dari cakupan area di sini adalah ada embel-embel kota atau wilayahnya. Kalau produk yang Anda buat hanya ada di kota tersebut gunakan embel-embel nama kota. Misal Anda menawarkan produk berupa kain batik khas Pekalongan. Maka nama yang diambil harus ada kata Pekalongan-nya agar mudah dikenal banyak orang.

Kalau produk yang Anda jual terlalu umum dan bisa ditemukan di semua tempat, cara ini sebenarnya juga masih dipakai. Misal Anda jualan batu bata atau genting yang hampir bisa ditemui di banyak daerah. Namun, karena target pasar yang Anda miliki ada di kawasan Malang saja, domain bisa diberi kata malang seperti “batamalang” atau “gentingmalang”.

Dengan nama-nama itu, masyarakat bisa dengan mudah mencarinya di search engine. Misal mereka ingin mencari bata yang ada di kawasan Malang, kata kunci bata dan malang pasti diisikan sehingga domain yang sudah Anda pilih itu akan langsung dimunculkan oleh Google atau mesin pencari lainnya.

Oh ya, cara ini bisa Anda ambil kalau kata kunci terkait dengan domain yang akan dipakai cukup besar. Kalau kata kunci yang dicari sedikit jangan digunakan atau kalau tetap ingin digunakan tunjang dengan promosi yang baik atau lakukan content marketing akan lebih dikenal masyarakat secara luas.

 

 

5. Hindari Penggunaan Nomor

Jangan karena Anda menyukai nomor tertentu lalu menggunakannya untuk pemilihan nama domain. Angka akan membuat beberapa orang jadi kebingungan mengingat. Misal domain yang Anda pilih writingood89. Nah, orang pasti mengingat dua kata yang membentuk domain itu tapi susah mengingat nomor yang digunakan di sana.

Selain masalah lupa pada angka, mereka juga akan bingung dengan domain yang Anda pakai. Misal Anda menggunakan angka 5, mereka akan bingung menggunakan 5 atau “lima’ untuk domain. Kalau kebetulan mereka benar saat memasukkan domain atau saat mencarinya di search engine Anda beruntung. Nah, kalau sampai lupa, salah, dan akhirnya menganggap domain Anda tidak ada. Kerugian bisa Anda dapatkan.

Gunakan gabungan dua kata atau frasa pendek lain yang tidak memuat angka atau nomor. Selain itu jangan gunakan tanpa strip (–) pada domain karena membuat nama jadi semakin sulit diingat dengan baik.

Kalau Anda tidak bisa meninggalkan domain yang memiliki nomor, beli alternatif domain yang lain. Gunakan domain yang lain itu untuk domain cadangan yang kalau dicari oleh orang akan langsung diarahkan ke web yang Anda sukai itu. Cara ini memang bisa dilakukan meski agak merepotkan. Jadi, lebih baik cari domain yang non numerik sejak awal agar tidak kerja dua kali.

 

 

6. Menggunakan Nickname

name tag... simple words

img src: google.com

 

Anda bisa menggunakan nickname agar bisa dikenal oleh banyak orang. Misal Anda akan melakukan personal branding dengan menggunakan nama asli. Sayangnya nama yang Anda miliki terlalu panjang hingga 4 kata. Kalau dijadikan domain akan membuat orang lain jadi pusing saat mengingatnya.

Gunakan nickname Anda untuk nama domain atau singkatannya. Kalau cuma 4-5 huruf saja orang-orang akan mudah mengingatnya. Misal nama Anda 4 kata tapi memiliki nama panggilan yang lebih sederhana, gunakan nama panggilan itu alih-alih memasukkan semua nama yang dimiliki menjadi domain.

Hal senada juga bisa diterapkan untuk branding produk atau sebuah perusahaan. Daripada membuat domain yang berisi nama panjang dari perusahaan atau jasa yang dimiliki, lebih baik menggunakan singkatan atau nickname-nya. Kita ambil contoh domain untuk nama perusahaan ekspedisi JNE, mereka lebih suka menggunakan singkatan nama mereka ketimbang nama perusahaan secara lengkap.

Meski domain hanya berupa nickname atau singkatan dari nama, Anda masih bisa memasukkan nama asli atau nama perusahaan pada web. Pemilih domain yang tidak terlalu panjang hanya memudahkan orang lain saat mencarinya di media sosial. Selebihnya, Anda bisa mengotak-atik halaman web mulai dari landing page, logo, dan lain sebagainya.

 

 

7. Ekstensi untuk Domain

domain TLD

 

Kalau Anda berniat menjadikan nama domain untuk brand yang profesional dan memiliki visi jangka panjang, jangan gunakan sekalian .com. Mengapa harus menggunakan .com? Karena ekstensi ini lebih dikenal banyak orang di seluruh Indonesia bahkan dunia sebagai ekstensi domain profesional.

Misal Anda sudah memiliki ide nama domain tertentu. Sayangnya ekstensi .com untuk domain itu sudah dipakai sehingga Anda mau tidak mau harus menggunakan ekstensi lain atau mengubah nama. Pada kasus ini, Anda disarankan untuk mengubah nama domain saja. Mengapa? Karena dengan domain yang sama branding bisa saja salah sasaran.

Niatnya sih branding untuk domain dengan ekstensi .net yang Anda miliki, Tapi gara-gara kalah tenar dengan .com orang lain akan menganggap dua domain itu sama saja.

Jadi, daripada usaha yang Anda miliki sia-sia karena dianggap tidak profesional atau nyata oleh masyarakat, lebih baik ganti nama domain yang belum dipakai oleh orang lain. Domain itu nantinya bisa didaftarkan dengan ekstensi .com agar mudah diindeks juga oleh mesin pencari seperti Google.

Anda mungkin tetap bisa menggunakan ekstensi selain .com dan menggunakan metode rediret agar banyak traffic masuk. Namun, cara ini terlalu banyak proses dan kadang membutuhkan dana yang cukup besar. Daripada Anda kerja dua kali dan efeknya tidak besar lebih baik sejak awal pakai .com saja.

 

 

8. Jangan Termakan Tren

confuse

img src: Dreamtimes.com

Salah satu kesalahan terbesar saat membeli domain dan menggunakannya untuk branding adalah mengikuti tren. Kita ambil contoh sederhana saja ya, dalam beberapa tahun terakhir berita viral, unik, dan aneh menjadi tren di Indonesia. Dampaknya, domain dengan nama yang ada embel-embel viral, aneh, dan tren muncul di mana-mana agar menarik banyak orang.

Mengikuti tren sebenarnya sah-sah saja kalau Anda ingin mengambil keuntungan dari segi nama atau traffic. Namun, tren seperti ini tidak akan berjalan terus-menerus dan akan tergerus dengan tren baru sehingga untuk brand di masa depan tidak baik.

Daripada Anda menggunakan nama domain yang tidak akan bertahan lama dan tidak memiliki masa depan yang baik, lebih baik gunakan nama yang lain saja. Lakukan brainstorming dahulu sebelum membeli domain yang benar-benar pas untuk brand baik itu personal maupun produk yang ingin dikenalkan pada orang lain.

Beberapa domain yang mengikuti tren memang banyak yang bertahan sampai sekarang. Traffic terus deras masuk ke sana dan masyarakat mengenalnya dengan baik. Namun, untuk bisa memiliki domain yang baik secara brand seperti ini membutuhkan banyak kerja keras. Anda harus melakukan promosi yang baik, membuat konten berkualitas, hingga menjalin hubungan baik dengan warganet atau customer.

 

Baca juga: Pentingnya Branding Di Era Digital

 

 

9. Beli dan Amankan Domain

manfaat amankan domain

Pada poin tujuh kita sudah membahas tentang domain yang disarankan menggunakan ekstensi .com saja. Nah, poin ke-9 ini adalah lanjutan yang harus Anda lakukan agar domain yang Anda pilih menjadi dikenal banyak masyarakat. Setelah memiliki domain dengan ekstensi .com ada baiknya untuk membeli domain terkait lain yang berhubungan dengan domain utama.

Misal Anda memiliki domain dengan nama domainoke.com. Untuk melindungi domain itu dari pihak-pihak yang mengatasnamakan Anda atau produk yang Anda jual ada baiknya untuk membeli domain yang serupa. Misal domain dengan nama sama, tapi ekstensinya berbeda-beda. Setelah membeli domain .com Anda bisa beli domain dengan ekstensi .net, .co, .id, dan ekstensi umum lainnya.

Selain domain dengan nama yang sama, tapi ekstensinya beda. Anda bisa membeli domain yang secara pengucapan atau pengetikan hampir sama. Misal tadi domain yang Anda beli adalah domainoke.com. Domain lain yang bisa dibeli adalah okedomain, domainsoke, domain-oke, dan lain sebagainya.

Domain-domain minor yang Anda miliki ini bisa digunakan sebagai alamat tidak langsung. Saat orang lain kesasar ke alamat yang salah, mereka akan dialihkan langsung ke domain yang benar.

Jadi, walau ada masyarakat salah memasukkan nama domain yang Anda miliki mereka tetap akan masuk ke web utama yang Anda gunakan sebagai pusat branding. Dengan memiliki banyak minor domain juga menghindari adanya tindak penipuan dengan mengatasnamakan web yang Anda memiliki.

 

 

10. Gerak Cepat

Kalau ingin punya domain yang pas dan tepat untuk brand yang Anda bangun segera beli dan jangan menunggu esok hari. Kalau domain yang pas untuk brand Anda diambil oleh orang lain, Anda mau tidak mau harus membeli domain yang lain. Kalau Anda tetap ingin mendapatkan domain yang diinginkan bisa menghubungi pemilik domain.

Biasanya harga domain yang sudah dimiliki oleh orang lain harga akan semakin tinggi. Terlebih kalau domain itu sudah dikenal oleh banyak orang karena mudah diingat dan tidak terlalu panjang. Untuk domain saja, Anda bisa mengeluarkan dana hingga puluhan atau bahkan ratusan juta rupiah. Padahal harga domain .com biasa saja sekitar Rp135-150 ribu saja.

Begitu Anda terpikir nama tertentu untuk brand yang sedang Anda bangun, segera beli domainnya tanpa menunggu waktu lagi. Meski domain itu tidak segera dipakai untuk web tidak masalah. Yang penting Anda sudah mengamankan domain itu agar tidak dipakai oleh orang lain.

Kalau ke depannya Anda tidak menggunakan nama domain itu karena memiliki nama yang lain, lakukan lelang. Kalau domain itu memiliki nama yang bagus dan dari segi komersial cukup menarik, akan ada orang yang membelinya dengan mahal. Jadi, nothing to lose kan?

Inilah 10 cara terbaik memilih nama domain yang cocok untuk branding. Semoga poin di atas bisa Anda gunakan sebagai referensi.

 

Baca juga: Menerapkan Strategi Blogging untuk Website Bisnis Anda

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of