Memiliki Tampilan Website yang Buruk, Waspadai 10 Hal Ini!

Memiliki Tampilan Website yang Buruk, Waspadai 10 Hal Ini!

Memiliki Tampilan Website yang Buruk, Waspadai 10 Hal Ini! –  Agar tak tergerus oleh ketatnya persaingan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digital, sektor ekonomi dan bisnis pun turut melakukan perubahan yang tampaknya cukup signifikan. Perubahan ini ditandai dengan munculnya banyak perusahaan baru atau start-up yang menawarkan kerja sama dalam bentuk pemanfaatan internet untuk memperoleh keuntungan berlipat ganda.

Tak hanya itu, perusahaan-perusahaan yang telah lama berkecimpung di sektor industri Tanah Air juga melakukan pembaharuan. Tentu saja, pembaharuan utama dilakukan pada bagian pengembangan, alias mengganti berbagai proses tradisional menjadi digital dan serba otomatis.

Optimalisasi website menjadi salah satu langkah yang sering digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat yang peka teknologi, terutama pebisnis dan pengusaha muda. Pasalnya, website dipercaya sebagai salah satu solusi terbaik dalam menerapkan metode digital marketing yang mampu menghasilkan beragam keuntungan menjanjikan. Sebut saja para blogger. Cukup bermodal laptop dan sinyal internet yang kuat, mereka mampu menghasilkan income yang luar biasa hanya dengan membagikan konten.

Seakan belum cukup, bermunculan pula bisnis e-commerce yang kian lama kian diminati masyarakat karena memberikan berbagai macam kemudahan. Cukup dengan mengakses website atau mengikuti akun media sosial, konsumen bisa melihat berbagai tipe produk sekaligus melakukan transaksi. Dalam beberapa waktu, barang yang dipesan akan tiba di rumah. Dari sini, kita tahu bahwa website memiliki peran yang begitu penting dalam perkembangan bisnis di era digital ini.

Baca juga: Perlukah Semua Bisnis Membuat Sebuah Website

 

Meskipun demikian, masih banyak pemilik usaha yang kurang memperhatikan tampilan website dan hanya terfokus pada keharusan untuk membuatnya. Bagi mereka yang terkadang awam, asalkan telah mampu meningkatkan angka penjualan berikut keuntungannya saja sudah cukup. Padahal, tampilan website menjadi salah satu faktor penting yang turut berpengaruh terhadap besar kecilnya angka pengunjungdan penjualan.

Tak hanya itu, website pun menjadi cerminan bisnis. Pastinya, Anda tak ingin bisnis yang sedang Anda kelola mendapatkan respon dan anggapan negatif dari calon pelanggan hanya karena tampilan visualnya yang tak menarik, bukan? Berikut 10 dampak yang akan terjadi jika tak segera memperbaiki tampilan website Anda:

1. Calon Pelanggan akan Beranggapan Anda Tak Peduli

Jika Anda adalah pemilik bisnis e-commerce, maka wajib bagi Anda untuk memiliki website yang menarik dan tentu saja, lengkap. Jadi, calon pelanggan akan menemukan apa yang mereka cari tanpa harus melakukan penelusuran berulang kali. Tak hanya itu, website juga menjadi sarana yang menghubungkan Anda dan calon pelanggan.

Coba bayangkan, apa jadinya jika website Anda memiliki tampilan yang kurang menarik. Bahkan, yang lebih parah, tidak memiliki fitur yang lengkap, seperti kolom komentar, testimoni, atau laman yang berisi nomor kontak yang bisa dihubungi. Lalu, bagaimana caranya agar calon pelanggan bisa berinteraksi dengan Anda sebagai pemilik usaha?

Pastinya, kesulitan komunikasi tadi akan membuat calon pelanggan pergi meninggalkan website Anda dan beralih pada laman kompetitor. Sebuah studi menyatakan bahwa sebesar 45% calon pelanggan akan langsung membatalkan pembelian dan meninggalkan website jika sang pemilik tidak bersifat responsif terhadap keluhan atau permasalahan yang mereka hadapi.

Bukan tidak mungkin calon pelanggan akan beranggapan bahwa “Jika pertanyaan dan keluhan yang ada saja tidak mendapatkan respon, jangan-jangan pemesanan pun tak akan mendapatkan pelayanan segera.”

 

 

2. Kurangnya Kepercayaan dari Calon Pelanggan

 

Coba posisikan diri Anda sebagai calon pelanggan. Anggaplah Anda ingin membeli sebuah produk secara online. Akan tetapi, ternyata website yang Anda kunjungi tampilannya amat buruk. Anda kesulitan menemukan produk yang Anda cari, bahkan tidak ditemukan kotak bantuan pencarian di laman tersebut.

Lalu, Anda berusaha menghubungi pemilik usaha dan tidak mendapatkan balasan selama lebih dari tiga hari, mungkin karena alamat email yang tercantum tak lagi aktif. Saat membaca kolom komentar, Anda menemukan ada banyak calon pelanggan lain yang bernasib sama, terabaikan tanpa jawaban. Apakah Anda masih akan melanjutkan pembelian dari website ini?

Tentu saja tidak, kan? Anda akan segera mencari pemilik usaha lain yang lebih tepercaya. Mengapa demikian? Pasti muncul keraguan dalam diri Anda tetang eksistensi website tersebut. Tak hanya itu, pertanyaan seperti “Apakah produk yang ditawarkan website ini benar-benar terjamin kualitasnya?” pun pasti akan langsung terpetakan di benak Anda. Agar terhindar dari persepsi negatif tersebut, tak hanya mengubah tampilan, Anda pun harus tanggap dalam me-manage website.

 

 

3. Menurunnya Angka Konversi Website

 

Jika Anda menerapkan langkah-langkah bisnis berdasaarkan digital marketing, pasti Anda pun tahu bahwa angka konversi website amat penting untuk keberlangsungan bisnis. Pasalnya, semakin tinggi angka konversi, calon pelanggan akan semakin mudah menemukan website Anda pada mesin pencari. Tak hanya itu, angka penjualan pun turut mengalami peningkatan karena pastinya, calon pelanggan telah menaruh kepercayaan pada laman Anda.

Sebaliknya, tampilan website yang buruk justru akan menurunkan angka konversi. Hal ini disebabkan karena jumlah pengunjung yang mendatangi situs Anda terbilang amat sedikit. Belum lagi dengan calon pelanggan yang berkunjung tetapi dalam sekejap langsung menutup laman Anda. Akibatnya, angka bounce rate website pun meningkat, dan itu artinya, Anda harus menyiapkan bujet tambahan untuk membuat website kembali efektif.

 

 

4. Menurunnya Traffic dan Peringkat Google

Perlu Anda ketahui bahwa Google sebagai mesin pencari terbesar selalu melakukan berbagai pembaharuan untuk meningkatkan kualitas dari hasil pencarian para pengguna internet. Tujuannya adalah untuk memudahkan para pengguna mendapatkan informasi dari sumber-sumberyang terbaik dan kredibel.

Ada pun yang menjadi kriteria sebuah website lolos dan berhak menempati urutan-urutan terbaik di laman mesin pencari Google adalah memiliki traffic yang tinggi. Traffic ini artinya jumlah pengunjung atau calon pelanggan yang “singgah” dalam rentang waktu yang cukup lama di suatu website amat banyak, sehingga peningkatan bounce rate dapat dengan mudah diminimalisir.

Selain itu, tampilan dan engagement juga tak kalah pentingnya. Pastinya, agar traffic website dapat memunculkan angka yang fantastis, tampilan suatu website haruslah eye-catching dan update. Informasi di dalamnya pun harus selalu baru dan fresh.

Sementara itu, tampilan website yang kurang menarik akan membuat peringkat website pada mesin pencari Google berada pada urutan terbawah, sehingga bisa jadi website Anda akan ditempatkan pada halaman tiga, lima, bahkan delapan. Akibatnya, calon pelanggan tak akan menemukan website tersebut, dan pastinya, Anda tidak dapat melakukan penjualan dengan mudah.

 

5. Tidak Mendapat Rekomendasi Dari Pengunjung

Dampak selanjutnya yang akan terjadi jika tak segera memperbaiki tampilan website Anda adalah hilangnya rekomendasi. Ini artinya, Anda akan turut kehilangan calon-calon pelanggan yang potensial. Hasil pengamatan yang dilakukan Tandfoline menunjukkan bahwa sebesar 94% calon pelanggan melakukan penilaian terhadap sebuah website dari segi desainnya.

Jika website Anda memiliki tampilan desain yang jauh dari kata bagus, bagaimana mungkin calon pelanggan akan singgah lagi untuk yang kedua kali? Bahkan, bukan tak mungkin mereka akan menyesali kunjungan pertama ke website Anda dan segera melakukan blacklist. Seakan belum cukup, mereka kemudian akan turut memberitahu semua relasi tentang semua hal negatif mengenai website Anda. Tentu saja, dampak tersebut bukanlah suatu hal yang menjadi harapan Anda, bukan?

 

6. Kredibilitas dan Image Bisnis Anda akan Turut Dipertanyakan

Bisnis yang sedang Anda geluti mungkin didukung dengan tim yang amat profesional dan berpengalaman di bidangnya. Meskipun demikian, hal tersebut tak ada artinya jika website Anda jauh dari kata bagus. Jadi, sebelum Anda memperbaikinya, hindari mengundang calon pelanggan baru untuk berkunjung atau sekadar menengok isi website.

Mengapa? Kredibilitas bisnis Anda akan menjadi pertanyaan besar. Bisa jadi calon pelanggan menganggap Anda sebagai seorang pembual. Terlebih jika konten yang menjadi isi website Anda terdapat banyak eror dan informasi yang disampaikan sudah out of date. Sudah pasti website Anda tak akan dilirik oleh calon pengunjung.

Dampak lain yang akan muncul terkait anjloknya kredibilitas adalah image atau citra bisnis atau pun perusahaan yang Anda kelola juga mengalami penurunan. Bagaimana mungkin calon pelanggan akan menganggap produk Anda memiliki kualitas yang mumpuni atau bisa dipercaya keasliannya jika mereka juga meragukan kredibilitas Anda?

 

 

 

7. Anda Membuat Kompetitor Terlihat Jauh Lebih Unggul

Coba perhatikan, saat seorang calon pelanggan berkunjung ke website Anda, tetapi lalu ia pergi hanya dalam hitungan detik karena informasi yang tersaji di website Anda tidak kredibel dan dijamin kebenarannya. Menurut Anda, apa yang terjadi berikutnya?

Kemungkinannya, dan ini pasti terjadi, adalah calon pelanggan akan kembali pada laman hasil pencarian dan meng-klik situs website kompetitor. Jika ternyata situs kompetitor tampak lebih baik dalam desain dan tampilannya serta memberikan informasi yang lebih akurat dan tepercaya, calon pelanggan pasti akan tinggal lebih lama untuk mencari lebih banyak informasi.

 

Ini artinya, Anda baru saja kehilangan satu lagi calon pelanggan potensial dan menyerahkannya secara sukarela untuk pesaing. Apabila situs pesaing mampu menyajikan informasi dalam bentuk yang lebih rinci sekaligus menjawab seluruh kebutuhan calon pelanggan, Anda telah selangkah tertinggal di belakang mereka.

 

 

8. Anggapan Bahwa Bisnis Anda Telah Bangkrut

Anda adalah seorang pengusaha sukses yang telah berhasil meraup keuntungan yang begitu mengagumkan. Namun, tampilan website perusahaan atau produk yang Anda pasarkan kurang menarik dan cenderung kurang memiliki nilai jual. Template yang Anda pilih cenderung kuno dan informasi yang ada di dalamnya telah usang tergerus perubahan zaman dan kepesatan teknologi. Apa yang akan terjadi saat seorang calon pelanggan “mampir” ke laman ini?

Mereka akan mengira bahwa website Anda tak terurus. Bahkan, bisa jadi mereka akan menganggap usaha atau perusahaan yang Anda miliki telah sepenuhnya tutup. Jika pun pengunjung adalah seseorang yang mengenal Anda, tak heran jika pertanyaan seperti “Apakah perusahaan ini tidak punya uang untuk membayar seorang perancang website agar tampilan situsnya menjadi lebih menarik?” turut terlontar.

Selanjutnya, calon pelanggan akan pergi meninggalkan website Anda, bahkan hanya dalam kurun waktu satu per sepuluh detik! Dampaknya pun jelas, Anda akan didera kerugian dalam jumlah yang pastinya tidak sedikit.

 

 

 

9. Anda Terkesan “Tidak Niat” dalam Menjalankan Bisnis

 

Dampak ini akan muncul dari tampilan website yang tidak rapi dalam navigasi dan user atau mobile friendly saat diakses dari perangkat lain oleh calon pelanggan. Apa yang terjadi? Kesal dan kecewa, pasti, karena calon pelanggan harus mengubah aturan tampilan laman atau melakukan zoom-in dan zoom-out agar situs Anda menjadi laik baca. Mereka pun akan menilai dan beranggapan bahwa Anda tak serius dalam menjalankan atau mengelola bisnis.

Kemudian? Jika dirasa amat merepotkan, menekan tanda silang pada ujung kanan atau ikon back di ujung kiri adalah pilihan terbaik. Tak hanya tampilan landing page, Anda pun harus mempertimbangkan perangkat yang digunakan para pelanggan saat mengakses website tersebut. Oleh karena itu, buat alternatif pada tampilan website Anda, seperti misalnya mobile friendly atau kemudahan akses saat para pelanggan menggunakan ponsel.

Bagaimana pun juga, Anda sedang berada pada zaman serba cepat, serba mudah, dan serba instan dengan kehadiran internet. Cara-cara offline telah lama ditinggalkan karena dirasa terlalu rumit, merepotkan, dan membuang banyak waktu, tenaga, serta biaya. Namun, agar tak terdepak dari sengitnya persaingan bisnis di era digital ini, Anda pun harus tahu tips dan trik mengelola bisnis secara online, termasuk me-manage website.

 

 

10. Menciptakan Pengalaman Pelanggan yang Buruk

Pelanggan atau konsumen selalu ingin membeli produk atau jasa dari pemilik usaha yang berkompeten dan tahu bagaimana cara yang harus dilakukan agar informasi terkait value dari produk tersebut dapat tersampaikan dengan baik. Masalahnya, Anda adalah orang yang berkompeten dalam menyampaikan informasi tadi, tetapi website yang Anda miliki tak menyempurnakannya. Hal ini akan menjadi satu kesalahan yang cukup fatal.

Tak hanya itu, keadaan ini akan membuat para pelanggan dilanda kebingungan, dan berdampak pula pada kinerja karyawan jika Anda menjalin kerja sama dengan mereka. Pasalnya, situs Anda harus menjadi sumber informasi terkini dan tepercaya untuk melayani pelanggan dan menjadi sumber penghargaan utama bagi para karyawan.

Coba bayangkan jika situs Anda masih memasang foto-foto profil para karyawan lama yang sudah tak lagi bekerjasama dengan perusahaan. Pasti karyawan baru Anda merasa seperti tak dihargai. Contoh lainnya, misalkan para pelanggan Anda ingin mengajukan klaim penukaran kupon diskon atau meretur produk yang telah kedaluwarsa. Bagaimana mereka bisa merealisasikannya jika website Anda tak memiliki informasi kontak, baik alamat maupun nomor telepon, yang jelas?

Tak heran jika para pelanggan akan beranggapan bahwa Anda tak serius dalam menangani bisnis tersebut. Mereka pun kemudian akan mencari sumber atau pakar lain yang tentunya lebih ahli dan “serius” dalam membantu memberikan solusi dari semua permasalahan yang dihadapi. Sederhananya, Anda telah mengacaukan kerja sama internal dengan para karyawan sekaligus menciptakan pengalaman pelanggan yang amat buruk.

Sekali lagi, perlu Anda ingat bahwa website merupakan cerminan dan tolok ukur kesuksesan bisnis yang Anda jalankan.  Jadi, pastikan Anda membuatnya dengan desain semenarik mungkin. Luangkan waktu untuk memantaunya setiap dua atau tiga hari sekali. Lakukan komunikasi dua arah untuk meningkatkan engagement pada calon pelanggan Anda.

Tak cukup sampai di situ, isi website pun harus Anda update sesering mungkin agar pengunjung tak berkurang. Berikan informasi dan konten yang berkualitas, perkuat dengan data, gambar, atau video agar tak tampak membosankan ketika dilihat. Jika tak sempat, Anda bisa membayar tenaga admin untuk melakukan tugas tersebut. Dengan tampilan website yang menarik dan didukung oleh isi yang bermutu, sukses telah berada dalam genggaman Anda.

 

Baca juga: 

  1. Manfaat Digital Marketing Untuk Bisnis Anda
  2. Pentingnya Branding di Era Digital

 

Banyak pebisnis terlambat menyadari hal ini, dan baru menyadarinya ketika kompetitor anda menguasai pasar di industri Anda. Jika Anda ingin berkonsultasi dengan IndonesiaGo Digital secara gratis silakan hubungi kami di 0812-9449-0505 (whatsapp, telepon, text) atau di halo@indonesiago.digital

Leave a Comment