Pentingnya Mempercepat Waktu Muat Website untuk Profit yang Lebih Banyak

Pentingnya Mempercepat Loading Website untuk Menghasilkan Profit yang Lebih Banyak

Memiliki sebuah website menjadi sebuah keharusan bagi perusahaan yang ingin bersaing dalam pemasaran di dunia digital. Website tersebut membantu perusahaan untuk memperkuat brand awareness di kalangan para pengguna internet.

Hanya saja, website yang dimiliki tidak sekadar situs biasa. Web tersebut juga harus berkualitas. Pada akhirnya, web yang berkualitas akan menunjang pendapatan perusahaan secara menyeluruh.

Ada berbagai kriteria yang bisa digunakan untuk menentukan kualitas sebuah website. Kriteria tersebut antara lain adalah konten yang berbobot, desain yang menarik, ataupun waktu muat atau load time website. Nah, pada bahasan kali ini, kita akan secara khusus membahas tentang waktu muat website dan dampaknya terhadap pemasukan perusahaan.

 

 

Definisi Waktu Muat Website

Sebelum melangkah lebih jauh, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu definisi dari waktu muat website. Waktu muat website adalah waktu yang dibutuhkan oleh seorang pengunjung untuk bisa melihat tampilan situs secara menyeluruh. Sebuah website yang memiliki waktu muat sangat cepat, memberikan kenyamanan kepada para pengunjungnya.

Sekarang, bayangkan posisi Anda sebagai seorang pengunjung website. Apakah Anda berkenan untuk menghabiskan uang di sebuah situs belanja yang butuh waktu lama untuk menampilkan daftar produk yang dijual? Mayoritas, jawabannya tentu saja adalah tidak.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Akamai bersama dengan Gomes.com juga memiliki jawaban atas pertanyaan mengenai waktu muat website ini. Dalam survei tersebut, terungkap bahwa hampir setengah responden ingin agar website bisa tampil secara penuh dalam waktu 2 detik. Kalau waktu muat mencapai lebih dari 3 detik, mereka akan memilih untuk berkunjung ke situs lain.

Kenapa loading time harus cepat?

Dalam survei yang sama juga disebutkan kalau sebanyak 79% responden enggan berbelanja kembali ke situs yang punya performa buruk. Dalam hal ini, situs tersebut butuh waktu lama untuk menampilkan halamannya. Sementara itu, 44% responden mengatakan kalau mereka akan menceritakan pengalaman buruknya itu kepada orang lain.

Waktu Muat Rata-Rata Website Populer Dunia

Rata rata waktu muat / loading time website

Dengan latar belakang seperti itu, tidak mengherankan kalau setiap perusahaan perlu memperhatikan masalah waktu muat saat mendesain website. Namun, berapa waktu muat ideal untuk sebuah website dengan performa yang bagus?

Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda perlu melihat kondisi para pemilik website secara menyeluruh. Salah satunya adalah dengan melihat waktu muat website populer dunia. Hanya saja, perlu diketahui bahwa teknologi terus berkembang. Demikian pula teknologi yang dipakai dalam membangun website yang lebih optimal dan efisien. Jadi, tidak heran kalau waktu muat website dari tahun ke tahun akan terus mengalami peningkatan.

Dalam sebuah studi kasus yang dilakukan oleh SEOChat, terkuak data terkait waktu muat rata-rata website populer dunia. Studi kasus tersebut melibatkan sebanyak 36 situs terkemuka dengan beragam latar belakang. Beberapa situs tersebut antara lain adalah Wikipedia, Dell, serta Nasdaq.

Hasilnya, 36 website tersebut memiliki waktu muat antara 9,82 detik hingga 13,84 detik. Jadi, kalau website Anda punya load time berada di antara kisaran angka tersebut, maka termasuk sebagai situs dengan kecepatan rata-rata. Namun, kalau melebihi angka 13,84 detik, situs Anda termasuk sangat lambat dan perlu peningkatan. Sebaliknya, kalau website punya waktu muat kurang dari 9,82 detik, maka termasuk kategori sangat cepat.

Pengaruh Waktu Muat Terhadap SEO

Gambar diatas menunjukan bahwa waktu muat atau loading time pada website yang lebih cepat lebih cenderung berkonversi menjadi klien/ leads / customer potensial Anda. Jika Anda memiliki waktu muat yang melebihi 5 detik maka Anda tidak dapat berharap banyak agar pengunjung betah berada di dalam website Anda.

Dalam digital marketing, search engine optimization (SEO) memiliki peran yang sangat penting. Semakin bagus SEO sebuah situs, semakin besar pula kemungkinan situs tersebut muncul dalam hasil pencarian mesin pencari seperti Google, Bing, Yandex, ataupun Yahoo.

Secara khusus, Google kerap menjadi patokan dalam pengukuran SEO sebuah website. Alasannya sangat sederhana, karena Google menjadi mesin pencari terpopuler saat ini. Hanya sebagian kecil pengguna internet, baik di Indonesia ataupun di luar negeri yang terbiasa memakai mesin pencari lain.

Dalam penilaian SEO Google, terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan, termasuk di antaranya adalah page speed atau waktu muat website. Pernyataan terkait pencantuman page speed dalam penilaian SEO Google sudah dilakukan sejak tahun 2010. Mereka mengungkapkan, kecepatan menjadi hal yang penting, tidak hanya bagi pemilik website, tapi juga untuk para pengguna internet.

Merujuk pada studi yang telah dilakukan Google, memperlihatkan kalau kecepatan internet berkaitan erat dengan kenyamanan pengguna internet. Semakin cepat page speed sebuah website, para pengunjungnya pun merasa semakin nyaman. Di waktu yang sama, website yang cepat juga meminimalkan biaya operasional.

 

 

Cara Mengetahui Waktu Muat Website

think

Setelah mengetahui peran penting waktu muat sebuah website, bukan menjadi hal yang bijak untuk mengacuhkannya. Hanya saja, bagaimana cara mengetahui kecepatan website yang Anda miliki saat ini? Caranya ternyata sangat mudah. Ada berbagai perangkat yang bisa digunakan secara gratis di internet. Beberapa rekomendasi tool yang bisa digunakan antara lain adalah:

 

  1. Google Page Insight

Google Page Insight menjadi pilihan pertama bagi para pemilik website untuk bisa melihat performa sebuah situs. Perangkat ini secara khusus disediakan oleh Google dan bisa digunakan secara gratis.

Cara penggunaan perangkat ini juga sangat mudah. Anda bisa menuju ke halaman Page Speed Insight dan memasukkan url situs yang ingin dicek kecepatannya. Selanjutnya, akan muncul hasil analisis kecepatan website, baik dalam tampilan mobile ataupun desktop.

Di waktu yang sama, layanan gratis dari Google ini juga akan memberikan saran perbaikan dalam meningkatkan kecepatan website. Apalagi, bagi situs yang mendapatkan skor merah dalam pengujian dengan aplikasi ini.

 

  1. Yslow

Untuk pilihan yang lebih praktis dalam menguji kecepatan website, tersedia opsi Yslow. Aplikasi ini tersedia dalam bentuk plugin yang bisa digunakan untuk berbagai jenis aplikasi peramban. Beberapa aplikasi yang mendukung plugin ini antara lain adalah Mozilla Firefox, Google Chrome, Safari, ataupun Opera.

Selain menawarkan kemudahan dalam pemakaiannya, Yslow juga memberikan hasil analisis yang tidak kalah bagus dibandingkan aplikasi sejenis lainnya. Plugin ini bekerja dengan memperhitungkan 34 kriteria yang mempengaruhi kecepatan website. Menariknya lagi, plugin ini bisa digunakan secara gratis.

 

  1. GTmetrix

Cek speed loading time website kamu

Kemampuan untuk mengetahui load time website juga ditawarkan oleh GTmetrix. Cara menggunakannya tidak kalah mudahnya dibandingkan dengan Google Page Insight. Anda hanya tinggal memasukkan url situs yang ingin dianalisis kecepatannya pada kolom yang telah tersedia.

Setelah analisis berjalan, Anda bisa melihat hasilnya secara langsung. Terdapat penilaian dari A sampai F yang diberikan. Terdapat informasi detail yang bisa digunakan untuk memperbaiki kecepatan website. Menariknya lagi, GTmetrix menampilkan permasalahan berdasarkan skala prioritas.

Selain itu, ada pula beberapa fitur tambahan yang dipersiapkan oleh GTmetrix. Fitur tambahan tersebut antara lain adalah kemampuan untuk melakukan analisis dengan perangkat mobile, pengaturan notifikasi, ataupun kemampuan untuk merekam video selama proses pengujian kecepatan.

 

  1. Pingdom

Pingdom juga memiliki cara kerja yang tak jauh berbeda dengan beberapa layanan serupa sebelumnya. Anda tinggal memasukkan alamat website pada kolom yang tersedia dan menekan tombol Test Now. Selanjutnya, hasil analisis akan tertampilkan.

Hanya saja, hasil analisis yang ditampilkan oleh Pingdom ditampilkan dalam bentuk grafik yang memberi kemudahan pembacaan. Fitur lain yang dimiliki oleh Pingdom juga tidak kalah banyak dibandingkan perangkat lunak serupa. Fitur tersebut di antaranya adalah kemampuan menguji kecepatan web di beberapa lokasi sekaligus, melacak history pengujian, ataupun membagikan hasil pengujian.

 

  1. WebPageTest

Pengujian kecepatan website juga bisa dilakukan dengan menggunakan layanan dari WebPageTest. Layanan ini tersedia dengan fitur yang lengkap, bisa dipakai untuk mengecek kecepatan website untuk tampilan desktop ataupun mobile. Menariknya lagi, Anda juga bisa secara khusus memilih platform browser yang dipilih.

Fitur pendukung lain yang dimiliki WebPageTest juga tidak kalah lengkap dibandingkan pesaingnya. Layanan pengecekan kecepatan website ini dilengkapi dengan kemampuan untuk capture video, melakukan pengulangan pengujian secara otomatis hingga 9 kali, ataupun pengaturan khusus lainnya.

Dari beberapa pilihan perangkat tersebut, Anda bisa mengetahui skor penilaian kecepatan website. Bagi pemilik website yang memiliki skor kurang dari 75, perlu mempertimbangkan untuk melakukan perbaikan.

Cara Mempercepat Waktu Muat Website

Kecepatan website sudah diketahui, lalu apa yang harus dilakukan selanjutnya? Hal tentu saja bergantung dengan hasil pengujian website. Kalau situs Anda memiliki kecepatan yang bagus, Anda tinggal mempertahankannya. Namun, kalau masuk dalam kategori rata-rata atau malah sangat lambat, mau tidak mau harus diperbaiki performanya.

Ada banyak hal yang perlu diperhatikan untuk memperbaiki kecepatan sebuah website. Dari sekian banyak cara tersebut, 7 hal utama berikut harus menjadi perhatian para pemilik situs, yakni:

 

  1. Gunakan kompresi GZIP

Cara pertama yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan kompresi GZIP. Kompresi GZIP berguna untuk mengurangi ukuran berkas yang tersimpan di server. Dengan melakukan hal ini, kecepatan akses sebuah website bisa meningkat hingga 70%. Menariknya lagi, hal tersebut bisa dicapai tanpa harus mengurangi kualitas gambar atau video yang ditampilkan.

Untuk mengetahui apakah website yang Anda kelola saat ini sudah memiliki data yang terkompresi atau tidak pun sangat mudah. Salah satu layanan yang bisa digunakan adalah GZIPTest yang dimiliki oleh Gidnetwork.com. Di sana, Anda juga bisa melihat seberapa besar pengaruh yang bisa diperoleh sebelum dan sesudah kompresi data.

 

  1. Kemas berkas Javascript dan Stylesheets secara terpisah

Menempatkan berkas Javascript ataupun CSS dalam ruang yang terpisah terbukti efektif dalam meningkatkan kecepatan website. Lain halnya kalau berkas tersebut ditempatkan pada setiap halaman web. Dengan begitu, peramban hanya perlu memuat gambar satu kali untuk setiap kunjungan.

Idealnya, berkas berkas CSS ditaruh sebagai berkas eksternal. Demikian pula berkas Javascript yang disesuaikan dengan jenis tag-nya. Ketika melakukan hal ini, browser tidak akan mengalami gangguan berarti karena harus menangani permintaan berkas eksternal secara tiba-tiba.

 

  1. Optimasi gambar

Berkas yang memberi beban besar untuk setiap website adalah gambar. Oleh karena itu, perlu adanya optimasi untuk menjaga agar tampilan situs tetap bagus dan berkecepatan tinggi. Lalu, bagaimana cara mengoptimasi gambar untuk website?

Sangat mudah. Pada aplikasi edit gambar seperti Photoshop atau Fireworks, tersedia pilihan yang mengakomodasi hal ini. Di situ, terdapat opsi “Save for Web” saat menyimpan gambar yang telah diedit. Dengan menggunakan opsi tersebut, ukuran gambar akan direduksi secara drastis.

 

  1. Jangan memanfaatkan kode HTML untuk menyesuaikan ukuran gambar

Memanfaatkan kode HTML untuk mengubah ukuran sebuah gambar memang memudahkan. Namun, di waktu yang sama, cara tersebut bukanlah metode yang efisisien. Alasannya, karena hal ini malah memberi beban kerja tambahan kepada server.

Hal yang terjadi saat menggunakan kode HTML dalam mengubah ukuran gambar adalah, ukuran berkas tersebut tidak berubah. Misalnya, Anda menggunakan kode HTML untuk menampilan gambar dalam ukuran lebih kecil. Hal tersebut tidak akan membuat Anda memperoleh ruang tambahan di server.

Tidak cukup sampai di situ, aktivitas ini juga memberi beban saat ada pengunjung situs. Mereka harus menunggu hingga seluruh gambar tampil dalam ukuran penuh—ukuran aslinya, hingga akhirnya bisa muncul di layar dengan ukuran yang telah disesuaikan.

 

  1. Manfaatkan plugin cache

Bagi para pengguna content management systems (CMS) seperti WordPress, ada banyak plugin yang bisa dimanfaatkan. Mengingat, WordPress merupakan CMS terpopuler dunia saat ini. Ada banyak jenis plugin yang tersedia, termasuk plugin untuk mempercepat kinerja website.

Salah satu plugin yang berfungsi seperti ini adalah WP Super Cache. Plugin ini akan menyimpan cache untuk setiap tampilan terbaru website. Dengan begitu, pengunjung website tidak dipaksa untuk secara dinamis menampilkan halaman setiap waktu.

Developer plugin ini pun mengklaim kalau satu berkas cache, bisa sekaligus dipakai hingga ribuan kali. Hal ini tentu saja berguna untuk meringankan beban kerja yang harus ditangani oleh sebuah situs.

 

  1. Jangan membingungkan browser dengan redirect 301

Redirect 301 menjadi salah satu fasilitas yang biasa digunakan oleh para pemilik website untuk mengarahkan alamat dari satu halaman ke halaman lain. Banyak situs yang menggunakan fitur seperti ini. Contoh pemakaiannya adaah, ketika pemilik situs menampilkan halaman yang benar-benar berbeda dengan judul yang muncul dalam halaman pencarian Google.

Dengan melakukan hal ini, ada beberapa kerugian yang bisa didapatkan oleh pemilik website. Dari segi kenyamanan, hal seperti ini tidak bagus di mata seorang pengunjung website. Selain itu, di waktu yang sama redirect 301 juga juga menambah beban kerja website tersebut.

Dengan penggunaan fasilitas redirect 301 tersebut, browser bakal bekerja 2 kali untuk setiap pengunjung. Pada akhirnya, hal tersebut malah membuat kinerja website secara keseluruhan menurun dan menjadi lebih lambat.

 

  1. Manfaatkan jaringan

Kalau situs yang Anda kelola sudah populer dan memiliki pengunjung tetap yang banyak, tidak ada salahnya untuk memanfaatkan teknologi jaringan. Terkait hal yang satu ini, ada beragam layanan content delivery network (CDN) yang bisa dipertimbangkan.

Keberadaan layanan CDN ini memungkinkan sebuah situs untuk melakukan komunikasi data dengan cepat. Baik saat mengirimkan data berupa video, aplikasi, gambar, dan lain-lain. Salah satu layanan CDN yang kerap digunakan oleh perusahaan besar adalah Amazon Coudfront yang telah terintegrasi dengan layanan AWS.

Dengan penjabaran yang komplet tersebut, Anda tentu sudah mengetahui pentingnya memiliki waktu muat yang cepat bagi sebuah website. Peningkatan kecepatan tersebut tidak harus dilakukan secara drastis. Bagi sebuah website, peningkatan kecepatan dengan selisih 0,1 detik saja sudah sangat berarti.

Peningkatan kecepatan website hanya berlaku bagi perusahaan kecil, tapi juga perusahaan dengan skala internasional sekalipun. Tidak ingin ditinggal pelanggan hanya karena website yang tidak nyaman saat diakses, kan?

 

Baca juga:

1. Bagaimana Media Digital Dapat Membantu Meningkatkan Penjualan?

2. Pentingnya Memilih Pengembang Website Profesional untuk Bisnis Anda

3. Menerapkan Strategi Blogging untuk Website Bisnis Anda

4. 25 Alasan Kenapa Pelaku Bisnis Perlu Membuat Website

 

Jika Anda mencari Jasa Pembuat website  yang mengerti tentang kebutuhan bisnis maupun usaha Anda, Tim IndonesiaGO Digital hadir dan memiliki sebuah moto untuk melakukan revolusi bagi pengusaha- pengusaha di Indonesia untuk melek digital. IndonesiaGo DIgital dapat memberikan Anda konsultasi secara gratis sebelum Anda merencanakan untuk membuat sebuah website yang nantinya akan menjadi pilar utama Anda dalam berbisnis di dunia maya.

Hubungi kami sekarang juga di

0812 9449 0505 (Whatsapp/Phone/SMS),

email halo@indonesiago.digital

atau di jasa design website

2 Comments

  1. @misterebs_ on February 11, 2018 at 7:33 pm

    Mantep ini Mas, komplit. Andai ini diterapkan semua tentu akan berdampak positif terhadap rangking website.

    Salam

    • IndonesiaGo Digital IndonesiaGo Digital on February 13, 2018 at 12:52 pm

      Salam,

      Semoga dapat bermanfaat

Leave a Comment