Membuat-Rencana-Marketing-yang-Efektif-Untuk-Law-Firm-Anda

Menentukan Strategi Marketing Law Firm yang Efektif

Jika Anda menjalankan “bisnis kepengacaraan” (bisnis jasa hukum), Anda memerlukan strategi dalam mengelola law firm Anda. Salah satu area penting didalam bisnis jasa hukum yang perlu dirumuskan strateginya adalah marketing.

Pada dasarnya, strategi marketing mendeskripsikan apa yang ingin Anda lakukan untuk memasarkan dan mengembangkan law firm Anda serta bagaimana cara untuk mengeksekusi rencana tersebut.

Bagi beberapa law firm, gagasan untuk menulis strategi marketing terdengar ribet, membingungkan, dan buang-buang waktu. Sementara yang lain menganggap bahwa merencanakan aspek marketing untuk law firm adalah kegiatan yang tidak perlu, apalagi jika mereka sudah memiliki beberapa klien referal dan pengalaman marketing.

 

Tetapi, jika Anda ingin sukses dalam mendapatkan klien dan menumbuhkan bisnis jasa hukum Anda, dengarkan kami, – rencana marketing adalah sama pentingnya dengan business plan.

 

Anda memerlukan strategi marketing yang mendeskripsikan:

  • Apa tujuan marketing Anda,
  • Kapan Anda mencapai tujuan tersebut,
  • Bagaimana kriteria kesuksesan marketing menurut Anda,
  • Bagaimana Anda mencapai tujuan tersebut, serta
  • Siapa yang akan mengeksekusi.

 

Melakukan kegiatan marketing tanpa strategi yang mencakup hal-hal di atas akan membuang waktu dan uang Anda.

Lebih parahnya lagi: alih-alih marketing dapat menumbuhkan law firm Anda, malah marketing akan menjadi beban yang menghambat bisnis Anda dan membuat dompet Anda kering.

Tetapi Anda tidak perlu khawatir, strategi marketing sebenarnya mudah dibuat. Dalam proses pembuatannya, rencana marketing akan memerlukan sedikit waktu dan pemikiran kritis Anda.

Strategi marketing Anda tidak perlu berlembar-lembar dan tebal ketika dicetak. Kami tidak menyarankan hal tersebut. Strategi marketing Anda perlu dibuat dengan ringkas serta menggambarkan tujuan, metode dan pelaksanaan proses marketing law firm Anda.

Dan idealnya, strategi marketing law firm Anda harus terus diperbarui. Oleh karena itu, Anda memerlukan batas waktu sampai kapan strategi marketing tersebut akan berlaku (valid). Seiring berkembangnya teknologi, trend dan budaya pasar, Anda akan mengubah strategi marketing Anda dari waktu ke waktu.

Melalui artikel ini, kami akan membahas bagaimana menulis dan merencanakan pelaksanaan marketing yang efektif dan menumbuhkan law firm Anda. Kami mendorong Anda untuk mengaplikasikan apa yang Anda pelajari disini untuk mengembangkan strategi marketing law firm Anda.

 

Anda dapat menggunakan contoh (template) strategi marketing untuk law firm dari kami dan mengubahnya sesuai kebutuhan law firm Anda.

 

Ayo kita mulai!

 

Strategi Marketing: Why, When, What dan How.

 

Ketika mulai membuat strategi marketing, kebanyakan dari kita akan langsung lompat ke hal-hal yang ingin dilakukan untuk marketing law firm Anda.

Lompat ke Google AdWords.

Lompat ke networking, dsb.

Hal-hal tersebut adalah bagian dari “how”.

Sebelum membahas mengenai teknis pelaksanaan marketing, kita perlu mengetahui terlebih dahulu tujuan marketing dan kapan law firm Anda dapat mencapai tujuan tersebut (aspek “why” dan “when”).

Jika Anda masih bingung mengenai apa yang termasuk “why”, “when”, “what” dan “how” dalam strategi marketing ini, berikut ini adalah penjelasannya.

 

WHY: Tujuan dari strategi marketing law firm Anda. Apa tujuan dari pelaksanaan marketing law firm Anda? Pertumbuhan jumlah prospek (orang yang mengisi inkuri di website, menelpon Anda dan/atau meminta proposal Anda) dan klien? Seberapa besar pertumbuhannya? Tujuan yang baik harus memiliki kriteria SMART. Kriteria ini akan kita bahas nanti.

WHEN: Kapan Anda dapat mencapai tujuan Anda. Bulan ini? Kuartal berikutnya? Tahun depan?

WHAT: Bagaimana Anda dapat mencapai tujuan Anda? Apakah ada cara spesifik selain networking dan Google AdWords?

HOW: Setelah Anda mendeskripsikan tujuan, target waktu dan metode untuk mencapai tujuan, Bagaimana Anda melakukan metode tersebut? Seberapa sering? Apakah Anda mendelegasikan ke karyawan, associate, partner atau outsource ke agensi?

 

 

Why dan When: Tujuan dan Target Waktu

 

Ketika mengembangkan rencana marketing untuk law firm Anda, mulai dari pertanyaan “why?”

Pertanyaan “why?” bermaksud untuk menggali kenapa Anda ingin melakukan aktivitas marketing, apa yang Anda harapkan setelah melakukan aktivitas marketing dan bagaimana dapat dikatakan bahwa tujuan telah tercapai.

Pertanyaan ini melatarbelakangi semua aktivitas marketing Anda, sehingga apa yang Anda investasikan baik itu berupa uang, waktu dan tenaga akan mengarah untuk mencapai tujuan marketing.

Tujuan marketing antar law firm dapat berbeda satu sama lain. Pada contoh kali ini, kita akan menggunakan law firm fiksi “Osda dan Rekan” sebagai ilustrasi.

Dalam membuat tujuan, perlu diperhatikan bahwa tujuan harus memiliki kriteria SMART. SMART adalah singkatan dari Specific, Measurable, Attainable, Realistic dan Time-Bound. Berikut ini adalah penjelasan dari kriteria tujuan yang SMART:

 

  • Specific – Tujuan haruslah spesifik. Tentukan angka dalam tujuan Anda. Ketika Anda menetapkan, “Saya ingin lebih banyak pengunjung website”, itu bukanlah tujuan yang spesifik. Apa yang dimaksud dengan “lebih banyak”? Bagaimana Anda mengukur kesuksesan Anda nantinya? Akan lebih baik jika Anda menetapkan, “Saya ingin pengunjung website saya meningkat sebesar 25%”
  • Measurable – Pastikan tujuan Anda dapat diukur. Jangan gunakan “memperluas pengaruh di media sosial”, tetapi gunakan “meningkatkan jumlah jangkauan (reach) di media sosial” atau “meningkatkan jumlah interaksi (engagement) di media sosial”
  • Attainable – Tetapkan target realistis yang dapat Anda capai berdasarkan track record Hindari untuk melompat dalam jumlah yang drastis seperti dari 10 klien per bulan ke 2000 klien per bulan. Perkembangan 10 klien ke 20 klien lebih realistis dan dapat menambah semangat anggota law firm Anda untuk mencapainya.
  • Relevant – Tujuan marketing Anda harus berdasarkan pada kebutuhan law firm terkini dan alokasi budget marketing Anda. “Menambah jumlah lawyer sebanyak X” bukan termasuk tujuan yang relevan jika law firm Anda masih baru dan belum memiliki klien tetap. Pada tahap awal, ada baiknya Anda “meningkatkan jumlah klien sebanyak X%”. Setelah banyak inkuiri masuk dari prospek melalui website Anda dan konversi menjadi kliennya tinggi, barulah Anda mulai memikirkan untuk “menambah jumlah lawyer”.
  • Timebound – Anda harus memiliki deadline untuk mencapai tujuan tersebut. Jika tidak, tujuan hanya menjadi angan-angan dan kami yakin Anda tidak ingin hal itu terjadi. Berikan waktu yang jelas misalnya dengan menyebut tanggal, bulan atau tahun. Hindari waktu seperti “suatu saat nanti”.

 

Anda sudah mengetahui bagaimana tujuan marketing yang SMART, sekarang tulislah tujuan marketing law firm Anda dengan menggunakan  template yang telah kami sediakan.

 

Catatan: Untuk menuliskan tujuan marketing sesuai panduan kami berikutnya, silakan buka template kami yang berjudul “Template Tujuan Marketing yang SMART”

 

Langkah 1: Ringkaskan Tujuan Anda

Proses menetapkan tujuan marketing yang SMART diawali dengan ringkasan tujuan. Pada awalnya, mungkin Anda bingung atau tidak tahu apa yang harus Anda kejar, tetapi dengan memaksakan diri untuk menuliskannya, akan membantu Anda untuk memperjelas tujuan marketing Anda. Di kotak berwarna hijau, tuliskan tujuan yang menyebutkan angka. Ingat kembali kriteria-kriteria tujuan yang SMART.

 

 

Jika Anda tidak dapat menentukannya di awal, Anda dapat melewatinya untuk sementara dan kembali lagi untuk menulis setelah tabel lain terisi. Mengisi tabel lain akan membantu Anda membuat ringkasan tujuan marketing.

(CATATAN: Contoh di atas menggunakan nama fiksi dan logo perusahaan kami – Anda dapat mengubahnya dengan identitas law firm Anda)

 

Langkah 2: Kategorikan Tujuan Anda

Secara umum, tujuan marketing law firm adalah fokus pada satu dari tiga hal berikut: mendapatkan pengunjung ke website, mengkonversikan lebih banyak pengunjung menjadi prospek dan mengkonversikan lebih banyak prospek menjadi klien. Ketika Anda mengklik tombol di kanan kotak template ini, pilihan menu drop down akan muncul:

 

 

Gunakan menu drop down untuk memilih kategori tujuan marketing yang sesuai dengan kebutuhan law firm Anda saat ini.

 

Langkah 3: Tentukan Angka Tujuan yang Spesifik

Setelah Anda mengkategorikan tujuan Anda, maka sekarang waktunya untuk menentukan angka yang spesifik.

Menetapkan angka bisa menjadi hal yang sulit jika Anda belum pernah melakukannya, tetapi template ini akan memudahkan untuk Anda. Jika Anda tidak yakin mengenai angka yang ingin Anda tetapkan, kalkulator template kami akan memberikan saran target Anda seharusnya. Kalkulator ini dibuat berdasarkan survey Hubspot terhadap 11.500 pelanggan Hubspot mengenai target yang realistis bagi mereka.

Sebagai contoh, Anda belum pernah menetapkan tujuan marketing sebelumnya tetapi Anda telah memiliki website dan tahu apa yang Anda ingin kejar, yaitu meningkatkan jumlah konversi pengunjung menjadi prospek. Maka, gunakan kalkulator ke dua yang kami sorot dengan warna hijau.

 

 

Di gambar tersebut, misalnya Anda mendapatkan data dari karyawan IT Anda bahwa jumlah pengunjung website Anda setiap bulan rata-rata 5000 pengunjung. Setelah dihitung dengan sekretaris Anda, Anda menemukan bahwa tingkat konversi Anda saat ini adalah 0.1% karena dari 5000 pengunjung hanya mendapat 5 inkuiri. Dengan mengisi tabel tersebut Anda mengetahui berapa rasio konversi yang harus Anda kejar dan berapa jumlah prospek ketika mencapai target.

 

Langkah 4: Tentukan Target Waktu

Tujuan hanya menjadi angan-angan tanpa target waktu. Tentukan target waktu untuk tim Anda mencapai tujuan tersebut. Dengan begitu, Anda akan tahu seberapa agresif Anda dalam mengejar tujuan Anda.

 

 

Langkah 5: Tentukan Komitmen Budget Marketing

Sekarang Anda sudah agresif dengan tujuan Anda (kami mendukung hal tersebut), kemudian Anda perlu mengecek kondisi law firm Anda saat ini. Kita semua ingin mencapai tujuan dalam jangka pendek, tetapi apakah budget marketing Anda memungkinkan.

Marketing sangat berkaitan erat dengan investasi waktu dan uang. Ketika Anda mengerjakan semua kegiatan marketing seorang diri, Anda mungkin mendapatkan bahwa uang yang Anda investasikan lebih murah (tentu saja). Tetapi sebagai konsekuensi Anda harus menginvestasikan waktu Anda lebih banyak.

Kami tidak menyarankan hal tersebut. Anda sebagai pemilik bisnis jasa hukum, perlu fokus dalam pengembangan law firm Anda dan mendelegasikan tugas marketing kepada orang atau partner yang Anda percaya.

Jika Anda tidak memiliki website dan Anda ingin sebuah website yang efektif dalam menghasilkan prospek, tentu Anda tidak akan mengerjakannya seorang diri. Anda akan meminta teman, saudara atau agensi untuk membuatkan website sesuai dengan yang Anda harapkan. Anda akan mengeluarkan uang untuk investasi pembangunan website.

Begitu juga ketika Anda ingin ada peningkatan jumlah pengunjung, Anda ingin website Anda beriklan di Google, Facebook atau muncul ketika orang mencari “pengacara perceraian Jakarta Selatan” di Google, tentu Anda akan mengeluarkan uang untuk itu.

Uang yang Anda keluarkan adalah investasi untuk mendapatkan klien dan profit untuk pertumbuhan law firm Anda. Anda harus tahu berapa jumlah uang yang akan Anda keluarkan untuk mencapai tujuan marketing Anda.

 

 

Angka yang Anda pilih dapat berupa perkiraan. Anda dapat berkonsultasi kepada ahli untuk mendapatkan gambaran mengenai budget marketing yang perlu Anda investasikan.

 

Langkah 6: Waspada Terhadap Potensi Hambatan

Akan selalu ada hambatan yang dapat menghambat atau bahkan menghentikan kita dalam mencapai tujuan. Jika Anda mengetahui beberapa hambatan yang mungkin saja terjadi, tuliskan hambatan tersebut di kotak ini. Sehingga Anda dapat merencanakan bagaimana cara untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam proses marketing nanti dan mencegahnya menjadi penyebab utama tidak tercapainya tujuan.

 

 

Sekarang Anda sudah tahu bagaimana cara membuat tujuan yang SMART. Jangan lupa merayakan keberhasilan Anda dengan minum kopi, menari atau meregangkan sendi-sendi Anda.

Anda dapat membuat tujuan-tujuan yang lain dengan template dari kami. Ketika tujuan-tujuan yang Anda buat sudah memenuhi kriteria SMART maka si pembuat tujuan juga smart.

Berikutnya kita akan menuliskan tujuan SMART ini ke dalam Template Strategi Marketing Anda.

Pada kolom tujuan (why dan when), ada tiga hal yang perlu Anda tuliskan. Tiga hal tersebut antara lain: tujuan, periode target, dan metrik tujuan. Jika Anda sudah membuat tujuan yang SMART sebelumnya tentu ini akan menjadi hal yang mudah bagi Anda.

Masih ingat pada kategorisasi tujuan SMART? Umumnya law firm memiliki tiga masalah marketing, yaitu: mendatangkan pengunjung website, mengkonversi pengunjung menjadi prospek dan mengkonversi prospek menjadi klien. Tiga hal ini memiliki pendekatan yang berbeda. Fokuslah pada satu atau dua hal karena ini akan berkaitan dengan budget komponen marketing Anda nantinya.

Sebagai contoh, jika tujuan Anda adalah mendatangkan pengunjung maka cara untuk tujuan tersebut bisa dengan beriklan di Google atau Facebook, menuliskan artikel kemudian membagikannya ke media sosial, mengoptimasi website Anda dengan SEO dan mendaftarkan website Anda ke direktori-direktori law firm seperti Legal 500, HG, dsb.

Jika tujuan Anda adalah meningkatkan konversi pengunjung menjadi prospek, maka dibutuhkan pendekatan-pendekatan tertentu untuk hal itu. Beberapa hal yang dapat dilakukan misalnya dengan mengoptimasi kecepatan akses website Anda, membuat website Anda mudah diakses dan dibaca dari perangkat desktop, mobile atau tablet, meletakkan elemen-elemen konversi di website, membuat ebook, studi kasus, dsb.

JIka tujuan Anda untuk meningkatkan konversi prospek menjadi klien maka beberapa hal yang dapat dilakukan adalah membuat email marketing untuk mengedukasi prospek, menanggapi permintaan proposal dengan cepat (dalam hitungan jam), harga yang kompetitif, presentasi dan meeting yang efektif, dsb.

Sebagai awalan jika law firm Anda masih baru di dunia marketing, Anda dapat fokus ke mendatangkan pengunjung ke website terlebih dahulu. Misalnya, 2000-5000 pengunjung sebulan selama satu kuartal dan lihat dampak pertumbuhan prospek dan klien dengan jumlah pengunjung tersebut. Setelah itu baru fokus ke tujuan yang lain.

Anda juga dapat berkonsultasi dengan kami untuk penetapan tujuan yang sesuai dengan kebutuhan law firm Anda saat ini.

Untuk periode target, Anda dapat menuliskan kisaran waktu atau tanggal akhir berlaku rencana strategi marketing Anda.

 

Sementara untuk metrik tujuan, Anda dapat membagi kategori kesuksesan Anda menjadi tiga: tidak tercapai, tercapai dan terlampaui. Tidak tercapai adalah ketika hasil marketing dalam satu periode waktu tidak sesuai dengan target. Tercapai adalah ketika hasil sesuai dengan target. Terlampaui adalah ketika hasilnya melebihi 10%-25% (Anda yang menentukan) dari target.

Sehingga dengan demikian Anda dapat mengukur tingkat kesuksesan strategi marketing Anda.

 

WHAT: Komponen Rencana Marketing Anda.

Setelah kita membahas secara komprehensif bagaimana menentukan why dan when, sekarang waktunya membahas komponen rencana marketing, yaitu “what

Bagian what berisi mengenai aksi, metode, dan kampanye. Anda dapat mengisinya dengan beberapa hal berikut:

  • Networking
  • Email marketing berkelanjutan
  • Kampanye iklan
  • Menulis Blog
  • SEO

 

Setiap what dalam rencana marketing Anda harus mengarah kepada why.

 

Berikut ini adalah metode yang sering digunakan dan efektif dalam mendatangkan klien kepada Anda. Daftar-daftar ini adalah ”menu” yang dapat Anda pilih untuk mencapai tujuan marketing Anda.

 

1.Networking

Bagi kebanyakan law firm, referral adalah aktivitas marketing utama dan sumber bisnis baru.

Orang yang tahu dan percaya kepada Anda akan mereferensikan Anda kepada teman atau kolega mereka ketika mereka membutuhkan layanan Anda.

Tetapi, menghasilkan referral secara konsisten membutuhkan waktu dan usaha. Usaha-usaha tersebut seperti:

      • Aktif di asosiasi profesional
      • Mengikuti komunitas-komunitas target pasar Anda
      • Pergi ke acara-acara networking
      • Mengisi seminar atau workshop
      • Bergabung di grup-grup online seperti Facebook atau LinkedIn

Dua hal yang Anda lakukan ketika melakukan aktivitas networking adalah:

      1. Memperluas jaringan profesional dan jangkauan Anda, dan
      2. Tetap berhubungan dengan orang-orang dalam jaringan Anda dalam rangka personal branding.

Kolega Anda bisa saja merefensikan kepada Anda calon klien, tetapi jika Anda tidak secara berkala berhubungan dengan mereka, mereka akan lupa tentang Anda dan bisnis Anda. Mengalokasikan waktu untuk keep in touch dengan kolega melalui dinner, lunch, dsb. akan membantu.

 

2.Website

Keberadaan law firm Anda dalam dunia maya dimulai dari Website. Metode-metode pemasaran lain seperti blogging, AdWords, Facebook Ads, SEO, Google Business dan email marketing sangat berkaitan erat dengan website. Bahkan jika rencana marketing law firm Anda sederhana dan sebagian besar klien berasar dari referral, Anda tetap memerlukan website dengan tampilan profesional dan teroptimasi. Untuk apa? Tentu saja untuk memperluas jangkauan yang nantinya akan berdampak pada peningkatan jumlah klien dan revenue.

Website seperti apa yang dapat menumbuhkan law firm Anda? Berikut ini adalah kriteria-kriterianya:

      • Memudahkan pengunjung untuk mencari informasi yang mereka perlukan (easy to navigate),
      • Mobile-friendly dan tampil elegan ketika diakses dari perangkat manapun,
      • Memudahkan pengunjung untuk menghubungi Anda (melalui smartphone atau contact form),
      • Memuat “social proof”: testimoni atau studi kasus dari klien Anda,
      • Personal: Jika memungkinkan, hindari penggunaan gambar dari stok foto dan tampilkan foto tim dan kantor Anda,
      • Memiliki halaman khusus yang memuat daftar lawyer Anda dan bidang hukum law firm Anda,
      • Teroptimasi dengan SEO: website yang ramah dan mudah ditemukan oleh pengguna Google akan memperbesar jangkauan Anda.

 

Baca juga: Begini Website yang Menghasilkan Klien Terus-Menerus

 

3.Konten

Konten adalah bagian penting dari website Anda. Rencana marketing Anda perlu menghasilkan konten yang bermanfaat bagi klien Anda, sesuai dengan bidang law firm Anda dan mempublikasikannya di website dan media sosial Anda.

Konten bermanfaat dan efektif bagi sebagian besar law firm dalam mencapai dua tujuan, antara lain:

Pertama: Konten Membangun Brand/Kredibilitas Law Firm dan Lawyer Anda Bahwa Anda Adalah Ahli Di Bidang Tertentu

Seringkali klien potensial Anda membaca konten Anda terlebih dahulu sebelum menghubungi Anda (atau sebelum mereka sadar bahwa mereka harus menghubungi Anda). Konten yang bagus akan membangun kredibilitas Anda.

Kedua: Konten Adalah Cara Efektif Dalam Menghasilkan Bisnis Baru Bagi Anda

Bersama-sama dengan SEO (yang akan kita bahas nanti), konten yang Anda tulis bisa “dipilih” oleh spider Google dan muncul di hasil pencarian.

Sebagai contoh, misal Anda menuliskan “Hal-hal yang harus dilakukan ketika Anda dalam proses perceraian”, artikel tersebut bisa muncul di Google ketika ada calon klien yang mencari dengan menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan artikel Anda.

Anda mungkin bertanya: Konten itu formatnya seperti apa?

Blog di website Anda adalah landasan bagi strategi marketing konten Anda. Blog mudah ditulis dan langsung tersedia di internet ketika calon klien mencari Anda. Blog seharusnya memberikan pengunjung website Anda tautan untuk menghubungi Anda (halaman kontak), daftar lawyer di law firm Anda atau bidang law firm Anda.

Idealnya Anda dapat menulis artikel untuk blog Anda seminggu sekali atau beberapa kali sebulan (minimal).  Mungkin terdengar sulit, tetapi ketika Anda sudah terbiasa maka akan menjadi mudah.

Apa yang perlu Anda tulis? Hal-hal yang tentu Anda ketahui.

 

Pikirkan, pertanyaan apa yang akan muncul dari prospek atau klien ketika mereka menghubungi Anda.

 

Tuliskan pertanyaan-pertanyaan dari meeting Anda dengan klien atau inkuiri yang masuk ke website Anda. Setiap pertanyaan dapat Anda tulis menjadi artikel. Ketika Anda menuliskan artikel, di luar sana kemungkinan ada banyak calon klien Anda yang sedang mencari jawaban yang ada di artikel Anda.

Dan seharusnya website Anda juga terintegrasi dengan platform blogging. Sehingga Anda dapat melakukan aktivitas blogging tanpa banyak hambatan.

Jika lawyer Anda menulis artikel untuk blog (dan seharusnya memang begitu), Anda perlu memberikan tautan ke profil penulisnya sehingga pembaca dapat memelajari lebih lanjut mengenai tim dan bidang law firm Anda.

Mulai dari menulis blog secara berkala. Anda kemudian dapat merubah konten Anda lebih dari sekedar artikel. Anda dapat mengemas ulang artikel Anda menjadi studi kasus, infografis, file presentasi, eBook atau “konten premium” lainnya.

Anda juga dapat meng-outsource agensi untuk menuliskan blog untuk Anda. Sehingga dengan rutinnya suplai artikel ke blog Anda, pengunjung website Anda akan berpikir bahwa, tidak ada yang tahu lebih banyak kecuali law firm Anda.

 

Baca juga: Menulis Blog yang Efektif Untuk Law Firm Anda

 

4.SEO (Search Engine Optimization)

Marketing konten dan SEO berkaitan satu sama lain.

Mesin pencari Google, seperti yang Anda tahu, secara berkala “berjalan-jalan” ke dunia internet (proses ini biasa dikenal dengan crawling) untuk mencari konten (halaman website, artikel, dsb.) dan mengindeksnya sesuai dengan database kata kunci.

SEO adalah proses untuk membuat konten Anda ditemukan oleh Google dan harapannya dimunculkan di halaman depan ketika calon klien mencari layanan atau informasi yang berkaitan dengan Anda.

Sebagai contoh, jika law firm Anda menangani perceraian di daerah Jakarta Selatan, maka Anda ingin website atau konten Anda muncul ketika calon klien mencari “pengacara perceraian di Jakarta Selatan”.

Aktivitas SEO adalah proses berkelanjutan. Proses-prosesnya terdiri dari:

      • Publikasi konten atau blogging
      • On-Site Optimization – melakukan pengaturan pada website dan konten Anda sehingga Google dapat menemukan konten Anda.
      • Link-building – menghasilkan tautan dari website-website lain sehingga mereka mereferensikan Anda ke Google.

Kunci yang perlu Anda pahami adalah mengetahui bahwa SEO itu long-term game.

Dari Anda memulai SEO, akan butuh waktu 6-12 bulan sebelum menghasilkan peningkatan jumlah pengunjung dan prospek. Ketika SEO Anda berhasil, hasilnya akan bertahan lama dan Anda tidak perlu membayar per klik ke Google seperti AdWords (yang akan kita bahas selanjutnya).

SEO adalah soal seni dan teori. Lebih dari sekedar menulis artikel di blog setiap minggu.

Sebelum kompetitor Anda merebut tempat di halaman depan Google, Anda sebaiknya mulai mengeksekusi SEO sesegera mungkin. Anda dapat meng-outsource ke praktisi SEO atau agensi.

 

Baca juga: SEO untuk Law Firm

 

5.Internet Advertising / Pay Per Click (PPC)

PPC Advertising atau disingkat PPC biasanya dilakukan melalui media search engine (yang sering digunakan adalah Google). Tetapi PPC disini tidak hanya soal AdWords tapi juga Facebook Ads.

Jika Anda melakukan pencarian di Google dan melihat beberapa hasil disematkan kata “iklan” maka hasil yang Anda lihat itu adalah bentuk iklan di Google.

Sementara jika Anda browsing di Facebook dan menemukan beberapa konten disematkan kata “disponsori”, itu juga termasuk bentuk iklan tetapi di Facebook.

Pengiklan, seperti law firm, untuk bisa muncul dan dipromosikan di Google dan Facebook harus membayar sejumlah uang untuk setiap klik oleh pengguna Google dan Facebook.

Law firm Anda dapat membuat iklan di Google dan Facebook untuk mulai mengiklan sesuai dengan bidang dan area law firm Anda.

Biaya iklan dapat bervariasi sesuai dengan banyaknya pengiklan yang menargetkan pada kata kunci atau demografi yang sama dengan Anda. Di Google Anda akan dikenakan tarif per kata kunci mulai dari 13.000 Rupiah sampai ratusan ribu Rupiah. Sementara di Facebook, harga per klik bisa mulai dari seribu Rupiah.

Adanya perbedaan biaya antara Google dan Facebook karena ada perbedaan karakteristik pengguna di kedua platform tersebut. Pengguna Google mereka ingin mencari jawaban atau solusi sementara pengguna Facebook ingin dihibur (to be entertained). Tidak semua bidang law firm dapat dipromosikan secara efektif di Google dan Facebook.

Kampanye PPC yang efektif lebih dari sekedar iklan.

 

Baca juga:

AdWords untuk Law Firm

Facebook Ads untuk Law Firm

 

Anda perlu mendefinisikan kata kunci, demografi, membuat iklan dan halaman landas (kemana pengunjung akan diarahkan).

Kemudian, Anda secara kontinyu perlu menguji iklan dan halaman landas (prosesnya kita kenal dengan nama A/B Testing).

Hal ini dilakukan untuk memastikan hasil yang optimal untuk CPA (Cost Per Acquisition) atau CPC (Cost per Client).

Kekurangan dari PPC, tentu ada sudah tahu. Biaya yang muncul untuk setiap klik.

Sementara kelebihannya, pengunjung instan.

Anda dapat membuat akun AdWords dan Facebook Ads untuk mulai mempromosikan law firm Anda “hari ini” dan mendapatkan klien “esok hari”.

Tidak seperti SEO, PPC adalah short-term game, dan sesuatu yang dapat mendatangkan klien kepada Anda sesegera mungkin.

Banyak law firm menganggapnya long-term game. Selama iklan mereka menguntungkan dan mereka mampu membayar kepada Google dan Facebook, maka bisa jadi PPC adalah untuk jangka panjang.

Mengelola kampanye PPC membutuhkan ilmu, waktu dan strategi untuk mengevaluasi impresi, rasio, biaya klik, dan CPC. Disarankan bagi Anda untuk menggunakan jasa profesional atau agensi untuk mengelola iklan Anda.

 

SEO atau AdWords?

Banyak lawyer bertanya, lebih baik SEO atau AdWords? Mana yang harus dimulai lebih dulu? Jawabannya bagi law firm yang ingin sukses adalah dua-duanya. Selagi Anda ingin menghasilkan revenue sesegera mungkin melalui AdWords, Anda perlu memulai SEO untuk long-term marketing. AdWords dan SEO akan membuat Anda menguasai halaman pertama Google dan memperbesar peluang calon klien mengunjungi website Anda.

Kami juga menyarankan agar Anda mendapatkan bantuan dan bimbingan dari agensi yang berpengalaman sebelum terjun langsung ke SEO dan PPC.

 

Baca juga:

SEO vs AdWords untuk Law Firm

 

6. Email Marketing

Email marketing atau leads nurturing adalah metode lain dalam law firm marketing. Metode ini cenderung low-cost dan efektif untuk mendapatkan calon klien.

Anda dapat memulainya sekarang dengan membangun database email.

Banyak pengunjung website mencari info untuk memelajari bidang hukum tertentu tetapi belum siap untuk menyewa jasa lawyer.

Dengan mendapatkan email prospek dan memasukkannya ke database Anda, Anda dapat mengedukasi mereka dengan mengirimkan konten yang relevan ke email mereka sehingga akhirnya mereka menjadi SQL (orang yang sudah siap berinteraksi dengan law firm Anda).

Efektivitas email marketing berbeda-beda antar bidang hukum.

Sebagai contoh, email marketing cenderung efektif untuk business law yang memerlukan pembinaan hubungan berkelanjutan. Tidak seperti kasus-kasus personal seperti perceraian yang membutuhkan waktu yang singkat dalam penanganannya.

Meskipun begitu, Anda tetap ingin memaksimalkan semua kanal marketing yang ada untuk jangkauan yang lebih luas dan pembinaan hubungan dengan klien Anda.

Anda dapat menggunakan blog atau video (yang akan kita bahas selanjutnya) untuk didistribusikan sebagai email newsletter.

Kami menyarankan agar Anda membuat newsletter bulanan sederhana untuk law firm Anda. Biasakan untuk publikasi newsletter setiap bulan agar prospek Anda tetap update dengan Anda. Setiap bulan, newsletter Anda dapat berupa:

      • Konten bulan ini: Blog atau konten lain yang dipublikasikan di bulan ini.
      • Pengumuman: Case besar yang sedang Anda tangani, lawyer yang baru bergabung serta lawyer lain yang prospek Anda perlu tahu.
      • Berita: Komentar Anda mengenai berita, kasus hukum atau info yang berkaitan dengan bidang hukum di area law firm
      • Dan Call to Action (CTA): Jangan lupa agar Anda mendorong prospek menghubungi Anda jika mereka memiliki pertanyaan atau bantuan.

 

Baca juga: Email Marketing untuk Law Firm

 

7. Video

Saat ini, video tidak hanya menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan Anda tetapi juga mudah untuk diproduksi.

Biaya produksi video bervariasi, mulai dari yang mahal seperti pembuatan company profile dan testimonial dari klien Anda sampai yang paling murah dan sederhana, vlog (video blog) dengan webcam.

Video juga dapat membangun kepercayaan, kredibilitas dan terhubung dengan audiens Anda lebih dekat daripada artikel.

Seperti blog, Anda dapat mulai menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul dari prospek atau klien Anda dan mulai membuat video.

Jadi, ambil smartphone atau webcam Anda dan mulailah berbagi dengan video. Kemudian bagikan ke Youtube dan berikan tautan ke halaman website Anda yang memuat topik terkait.

Ketika audiens Anda merasa tertolong dengan informasi yang video Anda berikan, mereka akan lebih mengingat kontennya daripada hasil video dan polesannya.

 

8. Social Marketing

Social marketing disini maksudnya adalah metode marketing di media sosial. Untuk dapat memulainya paling tidak Anda harus memiliki akun di platform media sosial terbesar (Facebook, LinkedIn dan Google+).

Melalui social marketing, Anda dapat fokus untuk meningkatkan jumlah likers, followers, subscribers dan mengedukasi mereka seperti email marketing.

Bagi banyak law firm, media sosial berfungsi sebagai distribusi konten. Blog dan video yang mereka publikasikan di website, dibagikan ke media sosial untuk memperluas jangkauan dan branding.

Oleh karena itu, social marketing dapat menjadi “enhancer” dari metode marketing yang telah dijelaskan sebelumnya.

 

Menggabungkan Semuanya

Daftar-daftar di atas adalah metode-metode kunci dalam rencana marketing law firm yang sukses.

Bisa Anda lihat, antara satu dengan metode yang lain saling berhubungan erat. Anda membutuhkan konten untuk menyampaikan pesan dan nilai Anda, kemudian dioptimasi dengan SEO untuk jangkauan yang lebih luas di mesin pencari. Anda juga dapat meluaskan jangkauan ke media sosial dengan social marketing. PPC dan SEO dapat menjadi ujung tombak menjaring pengunjung dan prospek kemudian Anda edukasi dengan email marketing. Dan semuanya berhubungan dengan website Anda.

Kemudian metode mana yang dapat Anda masukan ke dalam rencana marketing law firm Anda?

Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: budget marketing Anda, bidang law firm, geografi dan tingkat kompetisi di satu metode tertentu.

Jika Anda merasa pernah melakukan satu metode marketing di atas dan sukses, maka Anda perlu melanjutkannya.

Kami menyarankan Anda berkonsultasi dengan praktisi atau agensi digital marketing, agar mereka dapat memilih metode yang efektif dan efisien serta sesuai dengan kebutuhan law firm Anda.

 

HOW: Pelaksanaan

Setelah kita membahas mengenai why dan when (tujuan dan target waktu), dan what (komponen dari rencana marketing Anda), kita selanjutnya akan membahas how.

How adalah pelaksanaan: Bagaimana rencana marketing Anda dijalankan.

Di rencana marketing Anda (dan di contoh kami) Anda perlu menempatkan checkbox untuk “terlaksana”. Hal ini berarti bahwa komponen marketing Anda sedang dijalankan.

Strategi menulis blog akan bermanfaat jika memang Anda jalankan. Jadi jika Anda merencanakan menulis blog seminggu sekali maka pastikan untuk melaksanakannya. Buat jadwal atau catatan di kalender Anda bahwa Anda harus mempublikasikan artikel di satu hari setiap minggu.

Hal ini berlaku juga untuk komponen marketing Anda yang lain.

 

Setelah Anda menentukan komponen marketing Anda, yaitu what, maka sekarang waktunya untuk menentukan bagaimana Anda akan melaksanakannya dan seberapa sering.

 

Misalnya PPC.

Kita telah membahas sebelumnya bahwa untuk membuat kampanye PPC yang efektif terdapat beberapa proses: Membuat dan menguji materi iklan, serta melakukan riset dan menguji kata kunci, demografi dan halaman landas. PPC bukanlah kampanye yang Anda bisa dengan pasang dan lupakan.

Kampanye PPC Anda memerlukan perhatian atau Anda hanya akan membuang-buang uang.

Seberapa sering Anda akan meninjau seluruh item dari kampanye PPC Anda? Siapa yang akan melaksanakannya?

Hal yang sama berlaku juga untuk SEO.

SEO membutuhkan ketekunan dan strategi untuk bisa sampai ke halaman pertama. Anda perlu menulis artikel secara rutin dan mempublikasikannya tidak hanya di blog Anda tetapi mempromosikannya ke blog lain.

Jika Anda melakukan SEO, siapa yang akan menulis artikel? Siapa yang mengoptimasinya? Siapa yang melakukan penjadwalan publikasi? dan siapa yang akan mempromosikannya ke blog lain?

 

Mengajak Expert Bergabung

Jika rencana marketing Anda terdiri dari beberapa komponen marketing, Anda akan mengalami kesulitan untuk melakukan eksekusi rencana tersebut setiap minggu.

Anda menjalankan bisnis jasa hukum, bukan jasa digital marketing.

Untuk banyak kasus, akan menjadi hal yang memudahkan Anda jika Anda mengajak expert untuk membantu Anda mengeksekusi rencana marketing Anda.

Marketing law firm yang efektif memerlukan pengetahuan dan pengalaman. Merencanakan atau melaksanakan rencana marketing untuk “corporate law firm in Indonesia” akan berbeda dengan “pengacara perceraian Jakarta”. Oleh karena itu, kami menyarankan Anda mengajak agensi yang memiliki track record dalam menangani law firm.

Pastikan agensi yang Anda pilih dapat membantu Anda membuat rencana marketing yang efektif untuk target pasar Anda.

 

Melacak Hasil Marketing

Di bagian why dan when Anda telah menetapkan metrik tujuan yang digunakan sebagai standar kesuksesan marketing. Lalu bagaimana Anda dapat menilai bahwa kampanye Anda telah sukses?

Sebuah catatan penting bagi Anda, melacak pertumbuhan pengunjung, prospek dan klien adalah hal yang sangat penting. Kita tidak tahu kondisi realita jika tidak melacak pertumbuhan tiga hal tersebut.

Untuk jumlah pengunjung website, Anda dapat menggunakan Google Analitik yang secara otomatis memantau seluruh jumlah pengunjung website, demografi pengunjung, serta halaman atau artikel yang sering dikunjungi.

Untuk jumlah prospek, Anda dapat mencatat berapa jumlah inkuiri dari website atau jumlah telpon masuk yang meminta informasi lebih lanjut mengenai layanan Anda. Jika Anda mendelegasikan tugas tersebut ke legal secretary atau customer relationship officer, Anda perlu tahu darimana mereka mendapatkan informasi mengenai law firm Anda, apakah melalui referral, usaha networking Anda atau dari online (website, iklan, SEO, dsb.). Selain itu, Anda juga perlu tahu berapa jumlah proposal yang keluar dari keseluruhan prospek yang masuk.

Pada tahap lanjut, Anda dapat membedakan prospek menjadi tiga jenis, yaitu: prospek, MQL (marketing qualified leads) dan SQL (sales qualified leads). Prospek adalah orang yang hanya mengunduh ebook, studi kasus sehingga email dan telponnya masuk ke dalam database Anda. MQL adalah prospek yang menanyakan segala hal yang berkaitan dengan layanan Anda (bisa melalui mengisi form inkuiri website atau telepon). Sementara SQL adalah prospek yang Anda kirimkan proposal.

Tidak semua prospek sama. Sebagian hanya membuang waktu Anda sementara yang lain benar-benar serius mencari layanan Anda. Sayangnya, prospek adalah bagian dari perjalanan seseorang sebelum menjadi klien Anda. Hal ini seperti mencari emas di tambang. Anda harus memilih dan memilah sampai Anda mendapatkan emasnya.

Terakhir, klien. Klien adalah nafas bagi law firm Anda. Klien adalah mereka yang menyetujui proposal Anda dan pada akhirnya berbisnis  dengan (atau menyewa jasa) Anda. Anda perlu mendokumentasikan mereka yang menjadi klien Anda.

Jika divisualkan, model marketing Anda akan berbentuk seperti corong (sales funnel)..

 

 

Melacak jumlah pengunjung, prospek dan klien akan membantu Anda dalam mendapatkan rasio konversi dan pada akhirnya memprediksi revenue Anda.

Rasio konversi juga termasuk metrik marketing yang dapat Anda tingkatkan. Jadi dengan jumlah pengunjung yang sama dan tingkat konversi yang lebih baik, maka peluang untuk mendapatkan prospek dan klien akan semakin besar.

 

Anda juga perlu menguji komponen marketing mana yang paling banyak menghasilkan klien untuk Anda.

 

Ketika Anda menjalankan banyak komponen marketing, Anda perlu tahu darimana mereka berasal. Apakah dari SEO, AdWords, email marketing, networking atau yang lain?

Anda dapat menanyakan kepada klien darimana mereka mengetahui Anda. Atau bisa juga Anda membuat nomor telepon dan email yang terpisah untuk setiap komponen marketing. Misalnya, nomor telepon yang digunakan untuk blog dan SEO berbeda dengan AdWords.

Sebenarnya, Anda sedang melakukan investasi ketika menjalankan beberapa komponen marketing. Anda perlu tahu mana investasi yang menguntungkan dan yang tidak. Anda perlu fokus kepada komponen marketing yang mendatangkan klien dengan efektif dan hemat biaya. Sementara yang tidak, Anda hentikan.

 

Menulis dan Melaksanakan Rencana Marketing Anda

Sekarang Anda sudah memilikinya, anatomi dari rencana marketing yang efektif untuk law firm Anda serta bagaimana cara mengeksekusinya.

Jika Anda terinspirasi untuk membuat rencana marketing Anda sendiri, maka hal itu bagus untuk Anda.

Mulai sekarang dan tidak perlu menunggu sempurna. Anda cukup menetapkan why, when, what dan how.

Tulis sekarang dan revisi kemudian.

Untuk membantu Anda, kami telah mengembangkan Contoh Rencana Marketing untuk Law Firm.

Anda dapat mengisi kolom yang kosong dengan menggunakan artikel ini sebagai panduan atau menggunakan sebagian artikel yang menurut Anda cocok dengan kebutuhan law firm Anda. Keberadaan rencana marketing dan pelaksanaannya lebih penting daripada format.

Happy Marketing!

 

Contoh Rencana Marketing untuk Law Firm

Untuk membantu Anda menuliskan dan menjalankan rencana marketing untuk law firm Anda. Kami telah mengembangkan contoh rencana marketing yang dapat Anda gunakan.

Untuk mengunduh contoh rencana marketing untuk law firm, klik disini.

 

Baca Juga : Apakah Website Law Firm Anda Sudah Menggunakan HTTPS ?

Leave a Comment