Menilik-Sejarah-dan-Evolusi-Dunia-Digital-Marketing

Menilik Sejarah dan Evolusi Dunia Digital Marketing

Media sosial Twitter yang muncul pada tahun 2006 sukses mencuri perhatian dunia dan mendulang keuntungan yang sangat besar pada tahun 2010-an. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Jawabannya antara lain karena Twitter telah mempelajari bagaimana facebook terbentuk, berkembang, dan membangun tren ditengah masyarakat global yang semakin modern.

Maka tak heran bila sejak dulu kita sering mendengar pesan, “pengalaman adalah guru terbaik”. Sebab dengan belajar dari yang sudah lewat, kita bisa mengetahui hal apa yang berbuah baik dan hal apa yang menjadi kurang baik. Akhirnya yang baik bisa kita kembangkan dan yang buruk bisa kita perbaiki di masa yang akan datang.

Dunia digital marketing yang hari ini berkembang pesat pun tetap butuh dipelajari sejarahnya. Bagaimana orang bisa menggunakan dunia digital untuk menjual produk, momen penting apa saja yang menjadi milestone dari sejarah panjang dunia digital marketing, hingga bagaimana brand dan trend bisa terbentuk dan mampu mempengaruhi kegiatan bisnis yang kita jalankan secara signifikan.

Semua itu perlu kita pelajari agar kita lebih siap menghadapi tantangan dunia digital marketing di masa depan yang semakin berat. Jika keledai saja tidak akan jatuh di tempat yang sama untuk kedua kalinya, mengapa kita harus mengulang kegagalan yang pernah orang lain ciptakan sebelumnya dalam aktivitas bisnis kita?

Mari kita tilik sejarah digital marketing secara kronologis mulai dari awal kemunculannya.

Era 1980an

Meskipun euforia dunia digital baru terasa beberapa tahun belakangan, nyatanya sejarah mencatat bahwa dunia digital marketing mulai lahir pada tahun 1980an. Hal ini ditandai dengan diluncurkannya komputer personal (PC) pertama oleh IBM pada tahun 1981 disusul standarisasi SQL oleh Badan Standarisasi Nasional Amerika Serikat (ANSI) pada tahun 1986.

Tentunya komputer yang ada saat itu juga masih sangat sederhana dan terbatas. Jangan dulu membayangkan proses transfer data secara digital, kapasitas penyimpanan terbesar yang bisa dimiliki kompuer sampai tahun 1989 saja hanya mencapai 100 MB.

Meskipun begitu kemunculan komputer pada era 1980an memberikan peran penting bagi dunia marketing secara umum. Dengan dijualnya komputer, hubungan antara perusahaan dan pembeli pun mulai mengalami perubahan. Jika sebelumnya perusahaan sebatas menghasilkan produk yang bisa mereka buat, mulai tahun 1980an perusahaan mulai berpikir untuk menyediakan produk yang benar-benar diinginkan oleh para calon pembeli.

Perubahan paradigma ini sekaligus menjadi batu loncatan penting dalam revolusi penjualan teknologi pada era 1990an. Sedikit demi sedikit pengguna komputer semakin banyak dan tidak terbatas pada kalangan militer saja. Hasilnya pengembangan teknologi informasi dan komunikasi pun melesat dengan sangat cepat.

Era 1990an

Barulah pada tahun 1990 istilah digital marketing diperkenalkan untuk pertama kalinya dihadapan publik. Kala itu diciptakan sebuah mesin pencari yang bernama Archie. Kehadiran Archie memicu sistem pengumpulan informasi yang lebih rapi hingga lahirlah World Wide Web (www) pada tahun 1991.

Kemunculan Archie dan World Wide Web membuat orang-orang semakin tertarik dalam mengeksplorasi dunia maya. Hasilnya hanya dalam waktu 2 tahun sebuah banner iklan online berhasil dibuat. Apabila di-klik, kita akan langsung berpindah ke laman promosi produk-produk tertentu.

E-commerce pertama di dunia pun lahir setahun kemudian dengan nama Yahoo! tepat pada tahun 1994. Yahoo! menjadi tempat belanja online pertama bagi 16 juta pengguna internet yang ada di masa itu. Tentu Anda bisa membayangkan bukan bagaimana keuntungan yang Yahoo! peroleh pada masa itu?

Google sendiri baru dilahirkan pada tahun 1998 bersamaan dengan kemunculan MSN milik Microsoft. Tetapi disaat bersamaan Yahoo! juga merilis portal mesin pencari miliknya sendiri sehingga Yahoo! masih menjadi primadona bagi setiap orang di masa itu.

Pada era 1990an ini juga para perusahaan mulai menyadari kalau mereka bisa menggunakan dunia digital untuk mendapatkan data yang sebanyak-banyaknya. Sayangnya mereka belum bisa menggunakan data tersebut untuk bisa meningkatkan keuntungan.

Hingga akhirnya muncullah perusahaan salesforce.com pada tahun 1999. Perusahaan tersebut menjalankan konsep Software-as-a-Service (SAAS) dimana mereka memproduksi software sebagai sarana penyedia layanan bagi pengguna. Merekalah yang pertama kali memproduksi software untuk mendapatkan keuntungan dan hal tersebut masih terus berlanjut sampai sekarang ini.

Era 2000an

Pada era inilah perkembangan yang eksponensial pada dunia digital marketing terjadi. Berbagai layanan online dengan berbagai kebutuhan pun lahir pada era ini. Sebut saja misalnya LinkedIn, WordPress, Gmail, Facebook, Youtube, Amazon, hingga Spotify dan WhatsApp.

Kemajuan pesat juga muncul dari dunia hardware. Jika sebelumnya pasaran gadget dikuasai oleh Nokia dan Motorola, pada era ini tren tersebut berganti menjadi Samsung, Blackberry, dan iPhone. Perkembangan ini terjadi begitu cepat dan inovasi terus bermunculan silih berganti di setiap harinya.

Perilaku setiap orang di dunia digital pun mulai berubah. Calon pembeli jadi tidak perlu repot-repot mendatangi toko barangnya secara langsung tetapi cukup melalui ponsel genggam masing-masing. Transaksi memang belum dilakukan secara online, tetapi proses pencarian dan pemilihan produk sudah aktif dilakukan via teknologi dunia digital. Jika sudah menemukan produk yang dirasa cocok, para calon pembeli akan menghubungi salesperson yang tersedia lewat fasilitas telepon.

Harus diakui juga bahwa pada masa ini perusahaan-perusahaan marketing yang ada sempat sangat kewalahan dengan perubahan tren yang teramat cepat. Tercatat baru pada tahun 2007 muncul strategi marketing automation yang dirilis oleh perusahaan marketing raksasa seperti Marketo, Pardot dan Act On di Eropa dan Amerika.

Strategi marketing automation ini memungkinkan setiap penjual melakukan kampanye marketingnya pada beberapa channel yang berbeda secara sekaligus. Klasifikasi audiens berdasarkan kelompok umur, usia atau ketertarikan juga muncul berkat strategi ini. Sehingga bisa dikatakan bahwa inilah teknologi marketing pertama yang diciptakan bagi para penjual di dunia digital.

Hal yang belum menjadi fokus marketing pada era ini adalah pemanfaatan sosial media. Pasalnya masih ada semacam paradigma ‘pemisahan fungsi’ dari layanan-layanan digital yang sudah ada. “Jika memang dibangun untuk membuat jaringan pertemanan, maka jangan gunakan itu sebagai tempat berjualan,” begitu kira-kira intinya.

Era 2010an

Kemunculan WhatsApp pada tahun 2010 memang sangat memengaruhi tren dunia digital hingga bertahun-tahun kedepan. Google pun bergerak cepat dengan merilis platform media sosialnya sendiri yang diberi nama Google+. Yahoo! pun tidak mau kalah dengan mengakuisisi Tumblr pada tahun 2013 meskipun akhirnya harus bangkrut pada awal 2017 kemarin.

Raksasa facebook juga tidak ingin ketinggalan dengan menggencarkan layanan facebook ads dengan kehebatan bank data yang mereka miliki. WhatsApp pun berhasil diakuisisi pada tahun 2014 oleh perusahaan milik Mark Zuckerberg itu. Hal ini menunjukkan betapa intensnya persaingan yang terjadi dalam dunia digital pada era ini.

Secara statistik, aktivitas dalam dunia maya memang telah mencapai puncaknya. Terhitung pada tahun 2014 setiap orang di Amerika setidaknya menghabiskan 11 jam hanya untuk online dalam sehari semalam. Dua per tiga pengguna di seluruh dunia juga secara rutin mengecek ponselnya meskipun tidak ada notifikasi yang masuk. Fakta ini membuktikan secara jelas bahwa kemajuan teknologi hari ini telah membuat orang-orang sangat aktif di dunia maya bahkan terkadang bisa melebihi aktivitasnya di dunia nyata.

Dunia marketing secara keseluruhan pun harus berevolusi menanggapi kemajuan yang sangat cepat ini. Sebagai contoh nama baik suatu perusahaan kini sudah bisa dipertaruhkan hanya dari media sosialnya. Bila media sosialnya terus menerus aktif, berarti perusahaannya juga selalu aktif. Tetapi bila media sosialnya tidak terurus, sudah pasti image yang melekat pada perusahaan tersebut juga kurang baik. Anda pun pastinya sudah cukup sering melihat berita pencorengan nama baik suatu perusahaan hanya lewat postingan di media sosial bukan?

Rekam jejak evolusi ini bisa mulai membawa kita kepada satu kesimpulan sederhana: jika ingin bisnis yang Anda jalankan bisa tetap eksis di masa depan, tidak ada pilihan yang lebih baik selain menghadapi dunia marketing tersebut dengan segala persiapan yang bisa dilakukan. Persiapan ini bisa Anda mulai dengan memprediksi akan jadi seperti apa dunia digital marketing di masa yang akan datang.

Prediksi Dunia Digital Marketing Masa Depan

Memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan memang selalu sulit, apalagi dalam dunia digital. Tentu masih lekat dalam ingatan kita beberapa tren yang muncul setahun ke belakang. Sebut saja tren live video di Instagram misalnya. Apakah hal ini telah terprediksikan dari jauh-jauh hari?

Jawabannya bisa ya bisa tidak. Jika ada yang mempelajari kemunculan fitur ‘discover’ pada aplikasi Snapchat pada tahun 2015, mungkin bisa memprediksi tren story dan live video yang dihasilkan Instagram. Bagaimana jika dulu Anda tidak sempat mempelajari atau terlambat merespon kehadiran fitur ‘discover’ ini? Sudah pasti kemunculan live video di Instagram akan terasa seperti hal yang benar-benar baru bagi Anda bukan?

Maka dari itu hal dasar yang paling Anda butuhkan untuk memprediksi tren digital marketing di masa depan ialah mempelajari tren-tren yang kini sudah bermunculan. Tren-tren ini dapat diartikan sesuatu yang benar-benar baru muncul atau tren lama yang masih eksis dipakai hingga hari ini.

Sebagai contoh coba perhatikanlah metode marketing yang dimuat dalam siaran iklan televisi. Trennya mungkin memang sudah sejak dari lama, tetapi sampai sekarang ia masih tetap bisa eksis dan semakin variatif. Slogan “Youtube lebih dari TV” yang terus menggema sejak beberapa tahun belakangan nyatanya belum benar-benar bisa menggeser tren yang satu ini. Bahkan beberapa e-commerce lokal secara terang-terangan ikut menggunakan media iklan di televisi ini bukan?

Contoh tren lama yang masih terus aktif sampai sekarang ialah optimalisasi website. Sebagai ‘tulang punggung’ dalam dunia digital, website bahkan diperkirakan akan terus eksis sampai kapanpun. Maka dari itu memiliki website khusus bagi bisnis yang sedang kita jalankan seakan-akan sudah menjadi suatu keharusan. Tinggal bagaimana Anda mengemas website ini dengan seoptimal mungkin. Bagaimana jika Anda mengintegrasikan tren video marketing kedalam website yang Anda miliki? Terdengar menarik bukan?

Ide-ide semacam ini tentunya baru akan muncul apabila Anda stay updated dan mau terus belajar dari inovasi-inovasi digital marketing yang senantiasa bermunculan. Tipikal umum orang-orang di zaman sekarang memang selalu menginginkan sesuatu yang serba instan dalam mencapai suatu tujuan. Maka tinggal bagaimana Anda memberikan sedikit effort tambahan agar produk Anda hasilkan bisa memiliki nilai tambah yang tidak dimiliki oleh para pesaing Anda.

Leave a Comment